Mitra Kami

Selamat Datang di

Pusat Layanan UKM Smesco Indonesia

Smesco Indonesia adalah lembaga resmi di bawah Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia yang bertugas untuk membantu akses pemasaran bagi usaha kecil dan menengah. Silakan hubungi kami melalui saluran komunikasi di bawah ini.

Data UKM di Indonesia

UKM terdaftar dari seluruh wilayah Indonesia

50074

46801

Mikro (93%)

3018

Kecil (6%)

255

Menengah (1%)
Daftarkan usaha anda menjadi mitra Smesco > Daftar Disini!

Peta Sebaran UKM di Indonesia

Silakan klik peta Indonesia di sebelah untuk mendapatkan data yang lengkap tentang sebaran UKM di Indonesia

Lihat Detail

Apa itu

Xpora adalah solusi digital yang mendukung pengembangan UKM agar lebih menguntungkan, termasuk dengan mempermudah ekspor ke pasar yang tepat.

Program Kami

Smesco Indonesia mengembangkan SPARC®️ Programs sebagai program unggulan dalam melayani KUKM di seluruh Indonesia yang terdiri dari SPARCTRAC®️, SPARCCAMPUS®️ dan SPARCTRADE®️

/ 01

Sparc Trac

Platform IKU digital bagi para pelaku UKM untuk mengukur apakah sebuah UKM telah naik kelas dan efektivitas program-program Sparc dalam upaya tersebut. Selain itu platform ini juga bertujuan untuk dapat menjadi dasar pertimbangan bagi rekan pembiayaan untuk memberikan pendanaan kepada sebuah UKM....

Lihat Detail
/ 02

Sparc Campus

Platform pelatihan vokasi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan para pelaku UKM dalam pengupayaan gerakan UKM naik kelas. Kelas dan pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Smesco sendiri dan juga rekan pengajar yang telah terkurasi untuk melatih di berbagai sektor seperti fesy...

Lihat Detail
/ 03

Sparc Trade

Platform perdagangan yang bertujuan untuk membantu mempertemukan antara pasokan dan permintaan. Berbeda dengan platform seperti e-commerce atau marketplace, platform ini mendorong pihak penjual atau UKM sebagai pihak yang aktif mencari pembeli melalui daftar permintaan yang dibuat oleh para pembe...

Lihat Detail

Berita Terbaru

SMESCO Adakan Temu Mitra UKM di Desa Meat Toba
Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) dan Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) bersinergi menyelenggarakan rangkaian kegiatan untuk para pelaku UMKM di Kawasan Wisata Super Prioritas seperti Labuan Bajo, Toba, Borobudur, Likupang, dan Mandalika. Sinergi ini sebagai bentuk dorongan kepada UMKM untuk memaksimalkan  pemanfaatan digital dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM). Beragam kegiatan akan diberikan kepada pelaku UMKM seperti sosialisasi program KUR, pelatihan vokasional dan pelatihan e-commerce untuk usaha mikro di sektor pariwisata, bimtek kewirausahaan, marketing mix, coaching clinic, pelatihan manajemen ekspor, pelatihan perkoperasian, temu mitra Smesco, dan pengembangan wastra. Desa Meat di Kabupaten Toba menjadi tempat kedua dari sinergi antara KemenKopUKM dan Dekranas ini. Sebelumnya, yang pertama sudah dilaksanakan di Labuan Bajo, kemudian yang ketiga akan di adakan di Borobudur, dan selanjutnya Likupang dan Mandalika. Desa Meat merupakan desa yang memiliki keunggulan tersendiri dengan narasi budayanya. Desa Meat terkenal dengan sebutan Desa Adat Ragi Hotang Meat. Hal ini dikarenakan hampir 70% ragi hotang yang melegenda dan termahsyur di buat oleh masyarakat di Desa Meat. Ragi hotang adalah jenis kain ulos yang merupakan kebanggaan suku Batak. Kain ulos sebagai wastra nusantara warisan budaya para leluhur, perlu untuk di kembangkan dan dilestarikan oleh generasi selanjutnya. Sehingga pemakaian bahan baku yang ramah lingkungan menjadi bagian dari program ini, guna menciptakan dan mengembangkan warisan budaya masa depan Indonesia yang berkelanjutan. Maraknya produk kain ulos pabrikan dengan menggunakan bahan kimia, menggeser pengrajin kain ulos asli yang masih menggunakan bahan alami. Selain menurunkan kualitas, penggunaan bahan kimia oleh sebagian pengrajin kain ulos menjadi penyumbang bagi pencemaran di Danau Toba. Sebagai Kawasan Wisata Super Prioritas, Danau Toba perlu di jaga keberlangsungannya dari berbagai pencemaran. Melalui program Cerita Wastra, pengembangan wastra kepada pelaku UMKM di Desa Meat dilakukan dengan melatih para pengrajin kain ulos untuk kembali menggunakan pewarna alami sebagai bahan bakunya. Pewarna alami kain ulos bisa didapatkan melalui kayu jabi-jabi dan kayu sona (angsana) untuk menghasilkan warna merah, fermentasi buah itom untuk warna hitam, dan  daun salaon untuk menghasilkan warna indigo atau biru laut. Selain pelatihan-pelatihan yang diadakan di Desa Meat, Smesco sebagai salah satu Badan Layanan Umum (BLU) di bawah KemenKopUKM juga mengadakan temu mitra dengan UMKM yang telah mendaftarkan diri di database Smesco melalui link https://dataukm.smesco.go.id. Para pelaku UMKM menceritakan berbagai keluh kesahnya dalam menghadapi pandemi dan memberikan masukan kepada Direktur Bisnis dan Pemasaran Smesco Wientor Rah Mada. Obrolan santai ini menghasilkan beberapa kesepakatan, salah satunya adalah memperluas jejaring dengan membentuk komunitas UMKM di Kabupaten Toba. Smesco akan mendukung komunitas ini dengan mengadakan program pelatihan dan pendampingan yang presisi dan akurat. Selain itu, Smesco juga akan memasarkan kain ulos secara lebih khusus dengan melibatkan jejaring ekosistem pemasaran Smesco. Saat ini Smesco memiliki Pusat Wastra Nusantara yang beroperasi di lantai dasar Gedung Smesco, sebuah display eksklusif khusus bagi wastra tradisional premium Nusantara yang dikelola menggunakan platform digital dan terintegrasi dengan sistem perbankan milik UMKM pengrajin kain ulos. Dengan digitalisasi, pengunjung akan bisa membeli Wastra Ulos Tradisional jenis Ragi Hotang dari display di Smesco langsung kepada pengrajin kain ulos di Desa Meat dan secara real time bertransaksi menggunakan platform digital QRIS. Lebih lanjut, hasil transaksi tersebut langsung terinput di rekening bank UMKM pengrajin kain ulos di Desa Meat di hari yang sama. Para pelaku UMKM wastra ulos di Desa Meat juga akan dibekali strategi pemasaran digital melalui Siren.id, sebuah platform digital marketing Smesco dan reseller produk UMKM yang dapat membantu memperluas jangkauan pemasaran. Smesco tidak ingin mengabaikan setiap kebutuhan dan tantangan yang dihadapi UMKM. Oleh karena itu, dalam berbagai kesempatan Smesco berharap dapat semakin dekat dengan UMKM untuk bisa mendengar lebih banyak lagi agar dapat membuat program-program yang tepat sasaran. Tidak ada perasaan yang lebih menyenangkan daripada menyaksikan UMKM yang bersemangat untuk maju. Horas!
KRTA : Kreasi Dan Inovasi Fashion Masa Depan
Semakin besarnya persaingan dan tantangan di masa depan, perlu diantisipasi dengan memperkuat dan mendorong pelaku UMKM untuk melakukan inovasi-inovasi yang diperlukan agar UMKM semakin mampu dalam menghadapi segala situasi. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan KRTA, sebuah inisiatif kolaborasi antara SMESCO, Kementerian Koperasi dan UKM, Lakon Indonesia, Bank Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia yang memiliki tujuan yang sama yaitu memperkuat fungsi pembelajaran dan skill enrichment UMKM lokal di bidang fashion. KRTA merupakan bagian inisiatif “Future Fashion” dari SMESCO Labo yang digagas oleh Direktur Utama SMESCO, Leonard Theosabrata yang didukung Bank BRI dan bersama Lakon Indonesia yang menggandeng House of Irsan sebagai Creative Director. KRTA berupa platform sebagai solusi ekosistem yang berkelanjutan bagi para pelaku UMKM Fashion. Solusi terhadap permasalahan yang dihadapi untuk mengokohkan pilar-pilar fashion berkelanjutan seperti penggunaan bahan industri fashion yang eco friendly, fair trade terhadap pelaku industri di hulu, kepastian off-taker, dan pembentukan koperasi modern bagi pelaku industri fashion. Proyek KRTA dikembangkan Lakon Indonesia dalam melakukan riset dan eksplorasi berupa siluet pakaian dan pola yang nantinya akan mampu membantu banyak pelaku UMKM lokal di bidang fashion untuk diadopsi dan diterapkan dalam mengolah wastra atau kain tradisional di berbagai daerah. Semoga kreasi dan inovasi dari kolaborasi bersama ini mampu mempercepat transformasi UMKM lokal di bidang fashion, menuju inisiatif Future Fashion UMKM masa depan yang modern dan mampu bersaing di tingkat global.
Marketplace Bantu UMKM Fasilitasi NIB
Pandemi Covid19 memberikan dampak terhadap perubahan perilaku belanja konsumen. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan di wilayah Indonesia membuat konsumen beralih ke marketplace untuk memenuhi kebutuhan mereka. Perubahan ini menyebabkan pertumbuhan e-commerce mengalami peningkatan berkali-kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Bank Indonesia (BI) memprediksi hingga akhir tahun 2021, nilai transaksi penjualan e-commerce akan tumbuh 48,49 persen year on year atau mencapai Rp 395 triliun. Prediksi ini didukung oleh nilai transaski penjualan e-commerce pada semester I-2021 yang telah mencapai  Rp 186,75 triliun atau tumbuh 63,36 persen year on year. Perubahan perilaku belanja konsumen dan meningkatnya transaksi penjualan e-commerce menjadi kesempatan bagus yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk terjun ke bisnis online. UMKM harus pandai melihat peluang untuk dapat mengembangkan bisnisnya dan melakukan inovasi agar bisa beradaptasi. Meningkatnya transaksi penjualan online menjadikan persaingan yang ketat antara bisnis e-commerce di Indonesia, terutama bagi dua raksasa e-commerce Tokopedia dan Shopee. Keduanya mendominasi pasar Indonesia dengan mencatatkan pertumbuhan yang baik dan signifikan. Berdasarkan Peta E-Commerce Indonesia yang diterbitkan iPrice, pada Kuartal II-2021, Tokopedia menduduki peringkat pertama dengan kunjungan web bulanan sebanyak 147.790.000 kunjungan.  Lebih tinggi sekitar 16,37 persen dari Shopee dengan kunjungan web bulanan sebanyak 126.996.700 kunjungan. Tokopedia yang saat ini menjadi juara e-commerce Indonesia memberikan terobosan baru bagi para pelaku UMKM di Indonesia. Tokopedia bekerjasama dengan Kementerian Investasi/BKPM dan didukung oleh Kementerian Koperasi dan UKM untuk memfasilitasi dan sosialisasi terkait pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM melalui Online Single Submission (OSS). Kerja sama tersebut dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang digelar secara daring pada Selasa (28/9/2021). Dengan  NIB, UMKM akan mendapatkan kemudahan berupa perizinan tunggal. Sehingga kedepannya bisa berlaku sebagai legalitas, Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Sertifikasi Jaminan Produk Halal (SJPH). Manfat lain yang didapatkan setelah UMKM mendapatkan NIB adalah kemudahan pengembangan usaha dalam hal akses pembiayaan (perbankan), kemudahan dalam mengakses program bantuan dari pemerintah, dan memiliki kepastian atau perlindungan hukum terhadap usaha. Panduan bagi UMKM untuk mendaftar NIB melalui OSS dapat di akses dengan klik gambar di bawah ini. Berubahnya perilaku konsumen yang beralih ke marketplace, serta fasilitas dan program-program yang di berikan pemerintah dalam membantu UMKM, diharapkan dapat menjadi peluang bagi UMKM untuk dapat mengambil kesempatan-kesempatan tersebut. UMKM diharapkan segera beralih ke bisnis digital dan berinovasi untuk dapat mengembangkan bisnisnya, serta mampu beradaptasi dan bertahan di tengah pandemi.