Mitra Kami

Selamat Datang di

Pusat Layanan UKM Smesco Indonesia

Smesco Indonesia adalah lembaga resmi di bawah Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia yang bertugas untuk membantu akses pemasaran bagi usaha kecil dan menengah. Silakan hubungi kami melalui saluran komunikasi di bawah ini.

Data UKM di Indonesia

UKM terdaftar dari seluruh wilayah Indonesia

100327

93808

Mikro (94%)

5981

Kecil (6%)

538

Menengah (1%)
Daftarkan usaha anda menjadi mitra Smesco > Daftar Disini!

Peta Sebaran UKM di Indonesia

Silakan klik peta Indonesia di sebelah untuk mendapatkan data yang lengkap tentang sebaran UKM di Indonesia

Lihat Detail
Audit Mandiri CPPOB

Mau daftar BPOM khususnya untuk Produk Pangan Olahan ? Yuk coba lakukan Audit Mandiri Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik (CPPOB) terlebih dahulu.

Smesco Fulfillment Center

Smesco Fulfillment Center adalah gudang penyimpanan barang untuk membantu para pelaku UKM untuk menyimpan barang, packing dan pengiriman yang akan dilakukan oleh tim Profesional Smesco Fulfillment Center.

Pembuatan Badan Usaha

Smesco Indonesia bekerja sama dengan Kontrak Hukum untuk membantu UKM dalam proses pembuatan legalitas badan usaha dengan mudah dan cepat.

Program Kami

Smesco Indonesia mengembangkan SPARC®️ Programs sebagai program unggulan dalam melayani KUKM di seluruh Indonesia yang terdiri dari SPARCTRAC®️, SPARCCAMPUS®️ dan SPARCTRADE®️

/ 01

Sparc Trac

Platform IKU digital bagi para pelaku UKM untuk mengukur apakah sebuah UKM telah naik kelas dan efektivitas program-program Sparc dalam upaya tersebut. Selain itu platform ini juga bertujuan untuk dapat menjadi dasar pertimbangan bagi rekan pembiayaan untuk memberikan pendanaan kepada sebuah UKM....

Lihat Detail
/ 02

Sparc Trade

Platform perdagangan yang bertujuan untuk membantu mempertemukan antara pasokan dan permintaan. Berbeda dengan platform seperti e-commerce atau marketplace, platform ini mendorong pihak penjual atau UKM sebagai pihak yang aktif mencari pembeli melalui daftar permintaan yang dibuat oleh para pembe...

Lihat Detail
/ 03

Sparc Trade

Platform perdagangan yang bertujuan untuk membantu mempertemukan antara pasokan dan permintaan. Berbeda dengan platform seperti e-commerce atau marketplace, platform ini mendorong pihak penjual atau UKM sebagai pihak yang aktif mencari pembeli melalui daftar permintaan yang dibuat oleh para pembe...

Lihat Detail
thumbnail
Bisnis Travel Masa Kini dan Mengelola Open Trip yang Menguntungkan
thumbnail
Segudang Manfaat UKM Memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha)
thumbnail
Webinar Smesco x Kontrak Hukum - Bikin PT Lebih Cepat dari Buat Kopi!
thumbnail
Kini Urus Hak Merek, Tak Lagi Sulit Tak Lagi Rumit

Berita Terbaru

Ssstt…! Temukan Strategi Ampuh untuk Meningkatkan Usahamu!
Memasuki tahun 2024, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masih menjadi kekuatan utama dalam menopang perekonomian nasional. Hal ini karena UMKM dinilai lebih kuat menghadapi krisis global dibandingkan dengan bisnis lainnya. Selain jumlahnya yang mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha di Indonesia, UMKM juga berkontribusi sebesar 60,5% terhadap PDB dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja. Sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini UMKM dituntut untuk terus beradaptasi dengan melakukan berbagai inovasi sesuai dengan berubahnya tren dan perkembangan zaman. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah dimana UMKM menghadapi persaingan pasar dengan hadirnya produk-produk crossborder. UMKM perlu untuk menciptakan produk lokal yang bagus dan mampu bersaing. Tahun 2024, dengan berubahnya tren pasar, UMKM dituntut untuk dapat mampu berdiri dan melewati derasnya arus pasar yang begitu kompleks. Perlu adanya road map yang menunjukkan peluang pertumbuhan, inovasi, dan keberlanjutan. Hal ini guna membantu UMKM dalam perjalanan mereka menuju kesejahteraan di masa yang akan datang.   Oleh karena itu, kali ini Smesco merangkum beberapa strategi yang harus diketahui oleh UMKM dalam menghadapi dinamika usaha di tahun 2024. Yuk simak informasinya berikut ini. Kolaborasi Berkaca pada kesuksesan kolaborasi sederet jenama di tanah air, strategi ini dipastikan akan terus berlanjut di 2024. Sebagai contoh, jenama sepatu lokal asal Klaten, Aerostreet, sukses melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik itu jenama maupun pemilik lisensi secara legal. Biasanya produk sepatu berkolaborasi dengan produk-produk fashion lain sehingga kedua jenama bisa matching saat dikenakan, Aerostreet melakukan kolaborasi out of the box namun tetap stylish dan mampu mencuri perhatian penggemarnya dengan mengeluarkan stok terbatas sebanyak 5.000 pcs yang bahkan bisa ludes dalam hitungan menit . Meski terlihat cukup menjanjikan, namun kamu juga harus mempertimbangkan beberapa hal apabila ingin melakukan kolaborasi, mengingat strategi ini wajib memberikan win-win solution atau keuntungan yang setara, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan karena merupakan kesepakatan bersama. Beberapa hal tersebut seperti memilih partner kolaborasi yang kredibel, mampu membaca apa yang konsumen inginkan, dan memilih serta menciptakan waktu yang tepat. Digitalisasi Ketika ekosistem digital berkembang dan semakin mudah diakses, banyak UMKM yang terdorong untuk beralih ke digital. Melalui inisiatif dan proses menuju digital ini, diharapkan banyak UMKM yang mampu meningkatkan jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatannya. Menariknya, pemerintah juga menargetkan UMKM dan pasar tradisional di kota-kota kecil untuk melakukan digitalisasi dengan target 2024 sebanyak 30 juta UMKM go digital. Saat ini sudah ada 27 juta UMKM masuk ekosistem digital. Bagi UMKM yang belum go digital, tahun 2024 menjadi waktu yang tepat bagimu untuk meng-upgrade usahamu dalam meningkatkan jangkauan pemasaran seperti di media sosial ataupun market place untuk meningkatkan omset dengan memanfaatkan berbagai platform digital yang ada. Seperti Beni Santoso, pemilik usaha IniTempe asal Bali yang telah mampu menyasar pasar lokal dengan memasarkan produk tempenya keluar pulau Bali dengan memanfaatkan platform digital. Penggunaan AI Semakin maraknya penggunaan Artificial Intelegence (AI) dipandang menjadi ancaman bagi beberapa pihak dikarenakan dapat menggeser peran manusia. Namun, banyak pihak yang tetap memandang positif AI sebagai salah satu bentuk teknologi yang memudahkan banyak orang, termasuk pelaku UMKM. Kehadiran AI di sini dapat digunakan pelaku UMKM dalam pencarian ide konten pada media sosial, meneliti tren penjualan, dan merencanakan rencana bisnis kedepan. Tidak berhenti di situ, UMKM diharapkan bisa memanfaatkan teknologi AI untuk menunjang usahanya dengan memanfaatkan integrasi AI kedalam aplikasi seperti manajemen stok hingga keuangan usaha, sehingga akan membuat operasional menjadi lebih mudah. Penggunaan Produk Organik yang Lebih Sehat Dengan tingkat kesadaran kesehatan yang lebih tinggi dan minat konsumen terhadap produk organik yang terus meningkat, mendorong UMKM untuk berinovasi membuat, memproses dan mengemas produk dengan berbagai jenis kemasan yang ramah lingkungan sehingga lebih aman dan lebih bersih. Hal tersebut adalah untuk meraih pasar yang peduli terhadap kesehatan dan kebersihan. Selain buah dan sayur, produk organik juga sudah merambah ke pangan lainnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya tempe organik yang di produksi oleh Vanessa Andriana, pemilik usaha TempeKita. Tempe organik adalah tempe yang terbuat dari kedelai lokal yang tumbuh secara alami dan bukan hasil rekayasa genetik atau non GMO sehingga dinilai lebih sehat untuk dikonsumsi. Tahun 2024 menjadi waktu bagimu untuk mempertimbangkan penggunaan bahan baku organik dalam proses produksi atau bahkan mengembangkan produk organik baru. Sebagai pemilik uasha, beberapa alasan kuat untuk beralih ke bahan organik ialah tingginya permintaan konsumen, mendukung keberlanjutan dan ramah lingkungan, dan memastikan keamanan produk. Pengiriman Same Day Dilatarbelakangi pandemi Covid-19, dimana merubah kecenderungan orang melakukan berbagai kegiatan seperti bekerja, berbisnis dan berbelanja melalui platform digital. Bahkan dalam berbelanja secara digital metode pengiriman yang dilakukan adalah melalui kurir dan serba praktis. Sehingga berlanjut dengan kebutuhan kurir pengantar yang lebih cepat dan sampai pada hari yang sama. Meski mungkin biaya pengiriman jadi sedikit lebih mahal, namun konsumen bisa menghemat waktu pengiriman. Dengan adanya same day delivery pada platform digital, maka dapat disimpulkan bahwa hal ini akan semakin kuat di tahun 2024, terlebih dengan meningkatnya ekspektasi konsumen untuk bisa menerima produk secara cepat. Kamu hanya perlu memastikan usahamu menawarkan layanan same day delivery pada toko online-mu di e-commerce agar tidak kalah saing dan menjadi salah satu faktor konsumen memilih produkmu dibanding produk lain yang sejenis.   Itulah beberapa strategi yang bisa kamu coba. Pastikan dirimu siap dan mampu beradaptasi dalam menghadapi berbagai perubahan agar tahun 2024 menjadi tahun yang baik dan cerah untuk usahamu!
Menggalang Kolaborasi Investasi untuk Mendorong Pertumbuhan Startup di Smesco
Saat ini perkembangan startup di Indonesia bisa dikatakan cukup pesat. Banyak bermunculan startup-startup baru dengan ide, gagasan dan konsep yang cukup menarik. Startupranking mencatat jumlah startup di Indonesia sebanyak 2.566, dimana ruangguru menduduki peringkat pertama di Indonesia dan peringkat 17 di Dunia. Dengan jumlah tersebut Indonesia masuk dalam enam negara dengan startup terbanyak setelah Amerika, India, Inggris, Kanada, dan Australia. Data-data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan bisnis teknologi yang mampu bersaing secara global. Dengan jumlah 2.566 startup di Indonesia, inisiatif pembentukan Startup Hub menjadi semakin relevan dan penting, karena dapat menjadi wadah strategis untuk merangkul, mengkoordinasikan, dan menunjang pertumbuhan berkelanjutan. Untuk mendukung hal tersebut, Smesco Indonesia mengambil langkah progresif dalam upayanya membentuk Startup Hub dengan menghadiri pertemuan strategis di Singapura. Direktur Utama Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata, merespon undangan dari UOBFinlab yang memfasilitasi pertemuan bersama Insignia Venture Capital dan Antler Venture Capital. Pertemuan ini menjadi titik fokus penting dalam upaya menggalang kolaborasi investasi antara Indonesia dan Singapura. Mayoritas investasi yang mengalir ke Indonesia berasal dari Singapura, menjadikan negara tersebut sebagai mitra yang sangat strategis dalam rencana kerjasama ini. Adanya pertemuan ini dimaksudkan untuk membahas bagaimana investasi strategis yang tepat dapat menjadi kunci utama dalam membentuk sektor-sektor baru yang mendukung pertumbuhan UKM di Indonesia. Diskusi dalam pertemuan tersebut terpusat pada bagaimana investasi strategis yang tepat dapat menjadi pendorong utama dalam menciptakan sektor-sektor baru yang mendukung pertumbuhan UKM di Indonesia. Fokus utama perbincangan adalah identifikasi sektor-sektor yang sedang berkembang dan bagaimana investasi yang tepat dapat mendorong inovasi serta pertumbuhan yang berkelanjutan bagi pelaku usaha di tingkat lokal. Melalui kerjasama ini, Smesco Indonesia berharap dapat membuka peluang baru dan memberikan dukungan yang lebih besar bagi para pengusaha muda di dalam negeri. Startup Hub yang direncanakan di Smesco bertujuan untuk menjadi wadah bagi inovasi, kolaborasi, serta pengembangan bisnis yang dapat memberdayakan lebih banyak pelaku usaha lokal. Pentingnya kerjasama ini tidak hanya terletak pada aspek investasi finansial, tetapi juga tentang pembangunan ekosistem yang mendukung pertumbuhan bisnis UKM secara berkelanjutan di Indonesia. Turut mendampingi Dirut Smesco dari UOBFinlab adalah Janet Young , Shannon Lung, dan Marianne, yang menunjukkan komitmen dan dukungan kuat terhadapt inisiatif tersebut. Harapannya, melalui langkah progresif ini, Smesco dapat membantu membuka pintu peluang baru bagi UKM dan memberikan dampak positif pada ekosistem bisnis dan startup di Indonesia. (Ay)
Model Bisnis Kolaboratif dalam Industri Kuliner
Industri kuliner terus berkembang dengan pesat, dan seiring dengan itu, muncul inovasi-inovasi baru yang mengubah cara kita memandang dunia masakan. Salah satu tren terkini yang mendapat perhatian adalah model bisnis kolaboratif dalam industri kuliner, dikenal sebagai "Collaborative Kitchen." Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu Collaborative Kitchen, bagaimana model bisnis ini bekerja, dan dampaknya terhadap para pelaku industri kuliner. Apa Itu Collaborative Kitchen? Collaborative Kitchen, secara sederhana, dapat diartikan sebagai konsep dapur bersama yang tidak hanya membagi ruang fisik dan peralatan, tetapi juga semangat kolaborasi di antara berbagai pihak terlibat dalam industri kuliner. Ini mencakup koki independen, pengusaha kecil, produsen lokal, dan bahkan pemilik restoran yang bersedia berbagi pengalaman, ide, dan sumber daya. Manfaat Collaborative Kitchen bagi Pelaku Bisnis Kuliner 1. Biaya Operasional Lebih Terjangkau Bagi koki independen dan pemilik bisnis kuliner, biaya operasional seringkali menjadi hambatan utama. Collaborative Kitchen membantu mengatasi masalah ini dengan menyediakan ruang dapur yang dapat disewa dengan biaya lebih rendah, memungkinkan para pelaku usaha fokus pada kreativitas kuliner mereka tanpa membebani keuangan mereka. 2. Kolaborasi Tanpa Batas Kolaborasi adalah kunci dari keberhasilan Collaborative Kitchen. Dengan berbagi pengalaman dan ide, para koki dapat menciptakan menu yang inovatif dan memikat. Ini tidak hanya menguntungkan mereka secara pribadi tetapi juga memperkaya pengalaman konsumen. 3. Fleksibilitas dalam Mengelola Bisnis Model bisnis ini memberikan fleksibilitas yang signifikan. Para koki dapat mencoba konsep baru, menguji pasar, dan menyesuaikan menu mereka tanpa harus menanggung risiko besar. Ini membuka pintu bagi eksperimen kreatif dan memungkinkan adaptasi cepat terhadap tren pasar. Dampak Collaborative Kitchen bagi Konsumen 1. Pilihan Menu yang Lebih Beragam Konsumen diuntungkan dari pilihan menu yang lebih beragam. Mereka dapat menjelajahi hidangan dari berbagai jenis kuliner tanpa harus berpindah tempat. Collaborative Kitchen menciptakan suatu tempat di mana keberagaman kuliner dapat disatukan. 2. Harga yang Bersaing Dengan biaya operasional yang lebih rendah, koki dapat menawarkan produk dengan harga yang lebih bersaing. Hal ini memberikan konsumen peluang untuk menikmati kuliner berkualitas tinggi tanpa harus membayar mahal. Collaborative Kitchen mewakili evolusi yang menarik dalam dunia kuliner. Model bisnis ini tidak hanya memberikan solusi finansial bagi para pelaku bisnis kuliner, tetapi juga menciptakan ekosistem kolaboratif yang dapat meningkatkan kreativitas dan memberikan nilai tambah bagi konsumen. Dengan adanya Collaborative Kitchen, kita dapat menyaksikan perkembangan positif dalam industri kuliner yang lebih inklusif dan beragam.Kabar baiknya Smesco menghadirkan Colaborative Kitchen yaitu Skyeats. Lebih detailnya bisa langsung ke https://skyeats.id
Asli188 Asli188 Toto Macau Agen Bola Pedia77 Euro 2024 Asli188 Asli188 Pedia77 Pedia77 Pedia77 Pedia77 Nagahoki303 Indo877 https://167.99.177.83/ Dewahoki303 Dewahoki303 https://ngelink.id/hotelvillaamorsayulita.com https://ngelink.id/millpondbread.com https://ngelink.id/albaluna-bg.com https://ngelink.id/milestostyle.com https://ngelink.id/pourlhistoire.com