Mitra Kami

Selamat Datang di

Pusat Layanan UKM Smesco Indonesia

Smesco Indonesia adalah lembaga resmi di bawah Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia yang bertugas untuk membantu akses pemasaran bagi usaha kecil dan menengah. Silakan hubungi kami melalui saluran komunikasi di bawah ini.

Data UKM di Indonesia

UKM terdaftar dari seluruh wilayah Indonesia

101756

95089

Mikro (93%)

6114

Kecil (6%)

553

Menengah (1%)
Daftarkan usaha anda menjadi mitra Smesco > Daftar Disini!

Peta Sebaran UKM di Indonesia

Silakan klik peta Indonesia di sebelah untuk mendapatkan data yang lengkap tentang sebaran UKM di Indonesia

Lihat Detail
Audit Mandiri CPPOB

Mau daftar BPOM khususnya untuk Produk Pangan Olahan ? Yuk coba lakukan Audit Mandiri Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik (CPPOB) terlebih dahulu.

Smesco Fulfillment Center

Smesco Fulfillment Center adalah gudang penyimpanan barang untuk membantu para pelaku UKM untuk menyimpan barang, packing dan pengiriman yang akan dilakukan oleh tim Profesional Smesco Fulfillment Center.

Pembuatan Badan Usaha

Smesco Indonesia bekerja sama dengan Kontrak Hukum untuk membantu UKM dalam proses pembuatan legalitas badan usaha dengan mudah dan cepat.

Program Kami

Smesco Indonesia mengembangkan SPARC®️ Programs sebagai program unggulan dalam melayani KUKM di seluruh Indonesia yang terdiri dari SPARCTRAC®️, SPARCCAMPUS®️ dan SPARCTRADE®️

/ 01

Sparc Trac

Platform IKU digital bagi para pelaku UKM untuk mengukur apakah sebuah UKM telah naik kelas dan efektivitas program-program Sparc dalam upaya tersebut. Selain itu platform ini juga bertujuan untuk dapat menjadi dasar pertimbangan bagi rekan pembiayaan untuk memberikan pendanaan kepada sebuah UKM....

Lihat Detail
/ 02

Sparc Trade

Platform perdagangan yang bertujuan untuk membantu mempertemukan antara pasokan dan permintaan. Berbeda dengan platform seperti e-commerce atau marketplace, platform ini mendorong pihak penjual atau UKM sebagai pihak yang aktif mencari pembeli melalui daftar permintaan yang dibuat oleh para pembe...

Lihat Detail
/ 03

Sparc Trade

Platform perdagangan yang bertujuan untuk membantu mempertemukan antara pasokan dan permintaan. Berbeda dengan platform seperti e-commerce atau marketplace, platform ini mendorong pihak penjual atau UKM sebagai pihak yang aktif mencari pembeli melalui daftar permintaan yang dibuat oleh para pembe...

Lihat Detail
thumbnail
Bisnis Travel Masa Kini dan Mengelola Open Trip yang Menguntungkan
thumbnail
Segudang Manfaat UKM Memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha)
thumbnail
Webinar Smesco x Kontrak Hukum - Bikin PT Lebih Cepat dari Buat Kopi!
thumbnail
Kini Urus Hak Merek, Tak Lagi Sulit Tak Lagi Rumit

Berita Terbaru

How to Develop a Product Part 2 – Testing Product
Di artikel sebelumnya Smesco telah mengulas ‘How to Develop a Product’ bagian pertama mengenai membuat konsep dan desain produk sehingga dapat menghasilkan sampel produk yang dapat berfungsi secara penuh. Kali ini, Smesco akan mengulas bagian keduanya yaitu Menguji Coba Produk Sampel. Baca : How to Develop a Product Part 1 – Concepting New Product Setelah berhasil membuat konsep dan mendesain produk, langkah selanjutnya adalah menguji produk. Sebagai pelaku usaha, Kamu harus memastikan bahwa produk yang telah didesain memenuhi standar kualitas dan kebutuhan pasar sebelum diluncurkan secara resmi. Pengujian produk merupakan langkah penting dalam menguji fungsionalitas, daya tahan, dan respon pasar dari produk yang telah dibuat. Dengan proses ini, peluang untuk memperbaiki dan menyempurnakan produk menjadi lebih besar sebelum memasuki tahap produksi masal. Dalam melakukan uji coba terhadap suatu produk, ada beberapa tahapan yang harus Kamu ikuti untuk memastikan kesuksesan produkmu di pasar. Mau tau apa saja tahapannya? Yuk, simak terus informasi lengkapnya! 1.    Gunakan Produk yang Kamu Ciptakan Sendiri Karena Kamu adalah orang pertama yang memiliki ide dibalik produk tersebut, lakukanlah uji coba sendiri untuk melihat bagaimana kinerjanya. Jangan terlalu khawatir dan berfikiran negatif, luangkan waktu untuk berfikir positif dengan memikirkan produk yang sedang di uji dan mencatat setiap perbaikan yang terlihat saat menggunakannya. Katakanlah produk yang ingin di uji adalah sepatu kets dengan campuran kulit. Selama pengujian, dokumentasikan pengalamanmu ketika menggunakan sepatu tersebut agar tercatat semua aspek baik dan buruknya. Dokumentasi ini dapat membantumu untuk mengulas semua detail penting dari proses produk. Selain menggunakan sepatu tersebut secara biasa, coba untuk menggunakanannya dengan cara yang tidak biasa atau cara pakai yang salah. Ini akan membantumu untuk lebih memahami kekuatan dan kelemahan sepatu tersebut. Seberapa baik sepatu tersebut tahan dalam penggunaan sehari-hari yang kasar, seperti terkena air, dibawa berlari, terlempar atau terjatuh. Apakah bahan produknya mudah rapuh? Mungkinkah bahannya perlu diperkuat agar lebih awet? Setelah pengujian, baru pertimbangkan untuk memulai produksi.   2.    Identifikasi Audiens Mengidentifikasi audiens adalah salah satu langkah krusial dalam pengembangan produk. Berbagai pertanyaan seperti “Apa yang Kamu jual?”, “Siapa yang akan membeli?”, dan “Bagaimana Kamu menjangkau audiens tersebut?” harus di jawab dengan cermat. Oleh karena itu, penting untuk mendefinisikan audiens sebaik dan sespesifik mungkin. Misal Kamu akan menjual sepatu kets berkualitas dengan desain yang unik dan campuran bahan suede, maka pertimbangkan beberapa kriteria khusus dari audiens yang cocok dengan produk tersebut, dimulai dari: Rentang Usia: Usia remaja hingga dewasa berkisar 15 hingga 35 tahun. Status Sosial Ekonomi: Bervariasi,  namun sebagian besar berasal dari keluarga menengah ke bawah yang mencari harga terjangkau namun tetap menawarkan produk berkualitas. Tingkat Pendidikan: Memiliki tingkat pendidikan yang bervariasi, namun cenderung pada tingkat pendidikan yang rendah hingga menengah, dengan fokus pada fungsionalitas dan gaya daripada merek atau status sosial. Hobi dan Minat: Individu yang aktif dalam aktivitas sehari-hari seperti olahraga ringan, arisan, atau aktivitas santai, yang membutuhkan sepatu yang nyaman dan bergaya. Prasangka dan Opini: Lebih menyukai produk lokal yang menyampaikan nilai-nilai aksesibilitas, serta mendukung produk dengan harga terjangkau namun berkualitas untuk mendukung gaya hidup aktif dan dinamis. Untuk menjangkau tipe audiens diatas, maka strategi pemasaran yang efektif dapat terdiri dari promosi di platform online, kolaborasi dengan influencer, berpartisipasi dalam acara komunitas seperti festival musik dan acara olahraga, membuat konten yang menginspirasi di media sosial yang sesuai dengan profil audiens, dan bermitra dengan toko-toko fashion lokal atau butik-butik yang menyediakan produk lokal. Dengan bentuk pendekatan tersebut, Kamu bisa membangun hubungan yang kuat dengan para audiens sehingga dapat memperluas jangkauan produk. Maka langkah selanjutnya adalah membuat mereka untuk menggunakan dan menguji produkmu sehingga dapat memberikan masukan yang berguna.   3.    Lakukan Uji Pasar Bawa produkmu ke sekelompok orang dan berikan mereka kesempatan untuk mencobanya, sambil meminta masukan. Hal ini dapat dilakukan secara informal, seperti memberikan beberapa pasang sepatu kepada teman dan anggota keluarga atau secara formal seperti mengadakan FGD dengan beberapa kelompok audiens yang berbeda. Dari hasil uji pasar tersebut mereka mungkin akan memberi masukan apakah sepatumu nyaman atau memiliki desain yang menarik, dan hal-hal lain yang bisa menjadi masukan. Cermati baik-baik berbagai masukan yang mereka berikan, seperti preferensi desain, kebutuhan kenyamanan atau saran untuk meningkatkan kualitas produk sehingga memungkinkanmu untuk meningkatkan produk sepatumu sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar.   4.    Upgrade Produk Steve Jobs bukanlah seorang penemu terkenal, melainkan seorang penyempurna (tweaker) yang brilian. Produk terbaik biasanya tidak berawal dari lompatan besar, tapi dari perubahan kecil yang mengubah inovasi atau konsep bagus menjadi produk hebat yang bisa dijual. Gabungkan berbagai masukan tentang produkmu ke dalam penyesuaian dan segera upgrade untuk menjadikannya lebih baik. Masukan yang Kamu terima mungkin saja tidak berisi ide-ide bagus untuk mengubah produk, tetapi Kamu dapat mencermatinya dan memunculkan ide terbaru. Misal, bagaimana membuat produk sepatumu menjadi lebih nyaman dengan beberapa ide baru yang terdiri dari: Bahan baku yang lebih berkualitas: Gunakan bahan yang lebih lembut dan fleksibel yang tidak hanya membuat sepatu semakin mewah, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pemakainya. Desain sol dalam yang ergonomis: Kolaborasi dengan ahli ortopedi dalam mendesain sol dalam yang lebih ergonomis sehingga dapat memberikan suporting tambahan dan mengurangi tekanan pada kaki. Sesuaikan bentuk sepatu: Berikan penyesuaian untuk membantu mengurangi titik tekanan yang tidak nyaman pada kaki termasuk penyesuaian pada area jari kaki yang sering mengalami gesekan atau tekanan. Sistem ventilasi yang lebih baik: Menambahkan sistem ventilasi yang lebih baik berguna untuk memastikan aliran udara yang baik di dalam sepatu, membantu menjaga kaki tetap kering, dan mencegah kelembapan yang mengurangi kenyamanan. Melalui kombinasi perubahan ini, Kamu dapat menyempurnakan sepatumu sehingga tidak hanya lebih nyaman, namun juga lebih diminati pelanggan. Dengan mendengarkan masukan dan terus melakukan perbaikan kecil dan penting, produkmu dapat berkembang seiring waktu.   Nah Sob, itulah tahap kedua dari ‘How to Develop a Product’. Mau tahu tahapan berikutnya? Nantikan artikel selanjutnya yang akan mengulas Developing Your Product.
Wientor Rah Mada Diangkat sebagai Direktur Utama SMESCO Indonesia
Jakarta, Indonesia – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (MenKopUKM) Teten Masduki secara resmi melantik Wientor Rah Mada sebagai Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (SMESCO Indonesia). Upacara pelantikan ini menandai awal dari kepemimpinan baru Wientor Rah Mada, yang menggantikan Leonard Theosabrata yang telah memimpin sejak November 2019. Wientor Rah Mada sebelumnya menjabat sebagai Direktur Bisnis dan Marketing di SMESCO Indonesia, di mana dia telah membuktikan dedikasi dan kompetensinya dalam memajukan kepentingan UKM di Indonesia. Dalam sambutannya di acara townhall meeting bersama karyawan SMESCO, Wientor menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan memperluas pekerjaan penting yang telah dilakukan oleh pendahulunya. Leonard Theosabrata diakui telah memberikan kontribusi besar dalam membangun fondasi yang kuat untuk SMESCO, membawa lembaga ini melalui periode inovasi dan pertumbuhan yang signifikan. Di bawah kepemimpinannya, SMESCO telah berhasil meningkatkan kolaborasi dengan UKM dan memperkenalkan program digitalisasi yang telah membantu ribuan usaha kecil untuk memanfaatkan teknologi dalam peningkatan daya saing mereka. "Kami sangat berterima kasih kepada Pak Leonard atas dedikasi dan upaya yang tidak terukur selama memimpin SMESCO," kata Wientor. "Sebagai Direktur Utama yang baru, saya bertekad untuk melanjutkan dan memperkuat upaya tersebut, serta mengembangkan strategi baru untuk membuat SMESCO menjadi lebih mandiri dan inovatif menjelang tahun 2030." Fokus utama Wientor Rah Mada sebagai Direktur Utama baru adalah memperkuat tata kelola keuangan lembaga, mengakselerasi pertumbuhan, dan mempromosikan inovasi untuk mendukung kemandirian dan daya saing usaha kecil dan menengah Indonesia di pasar global.  Untuk informasi lebih lanjut tentang inisiatif dan program baru SMESCO Indonesia, silakan kunjungi www.smesco.go.id Jakarta, 5 Juni 2024Humas Smesco Indonesia
How to Develop a Product Part 1 – Concepting New Product
Dalam menciptakan dan mengembangkan sebuah produk, kesuksesan dan kegagalan sering kali bergantung pada kemampuan mengubah ide-ide hebat menjadi produk yang dapat dipasarkan. Banyak orang mempunyai ide hebat nan inovatif yang menjanjikan, namun pertanyaannya adalah apakah mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengubah ide tersebut menjadi produk yang sukses secara komersial. Inilah yang menjadi dasar dari konsep inovasi. Inovasi tidak hanya melahirkan ide cemerlang, melainkan tentang kemampuan dalam merancang, mengembangkan, dan menguji produk untuk memenuhi kebutuhan pasar dan menghasilkan keuntungan. Proses ini melibatkan beberapa langkah yang harus diikuti agar usaha yang Kamu jalankan dapat bertahan dan berkembang menjadi usaha yang sukses dan naik kelas. Kali ini, Smesco akan mengulas series dari ‘How to Develop a Product’ bagian pertama dengan topik Membuat Konsep Produk. Dalam membuat konsep produk atau mendesain sebuah produk, ada beberapa tahapan yang harus benar-benar Kamu perhatikan sob. Yuk, simak tahapannya berikut ini! 1.    Identifikasi apa yang Konsumen butuhkan Perbedaan antara produk yang sukses dan produk yang gagal sering kali terletak pada pemahaman yang mendalam mengenai kebutuhan pasar. Sebagai calon dan pelaku usaha, satu-satunya cara untuk memastikan produk yang sukses adalah dengan menciptakan produk yang mungkin orang itu tidak pernah tahu, tetapi ternyata mereka membutuhkannya. Nah, sekarang pertanyaannya adalah: Apa yang belum ada di pasar, dan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh konsumen? Menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas tidaklah mudah, namun itulah yang membuat ini menarik dan penuh tantangan. Mungkin kamu perlu untuk membawa buku catatan kemanapun Kamu pergi, dan siap mencatat ide apapun yang muncul kapan saja dan di mana saja. Sebagai contoh, jika Kamu merasa ‘geregetan’ karena hal kecil, seperti kesulitan memegang buku sambil berbaring yang membuat tanganmu pegal, inilah saatnya Kamu mencatat dan memikirkan solusi sederhana yang dapat memecahkan masalah tersebut, mencari ide kira-kira produk seperti apa yang bisa membantu dalam situasi seperti ini. Bisa jadi produk berupa alat baca yang dapat digunakan tanpa harus memegang buku dapat menjadi solusi yang dibutuhkan. Dengan demikian, sebagai pelaku usaha, Kamu bisa merancang dan memasarkan produk tersebut kepada konsumen, menawarkan solusi yang praktis dan efektif untuk masalah yang umum terjadi.   Dalam mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen, terkadang pelaku usaha melakukan polling. Akan tetapi perlu diingat bahwa tidak selalu mudah untuk percaya pendapat konsumen terhadap apa yang mereka sukai dari suatu produk. Oleh karena itu, sebagai pelaku usaha yang cerdas, Kamu harus terus memperhatikan tren pasar, menganalisis perilaku konsumen, dan terus mengembangkan produkmu berdasarkan feedback yang diterima. 2.    Kerjasama dengan Desainer Jika kamu telah menemukan ide dan konsep produk yang menjanjikan dari apa yang saat ini dibutuhkan oleh konsumen, pastikan desainnya tepat sasaran. Tergantung pada keterampilah teknis yang Kamu miliki, mungkin kamu perlu bekerjasama dengan seorang untuk menciptakan sampel produk yang bisa diimplementasikan dengan baik. Katakanlah Kamu memiliki ide untuk membuat sebuah fashion line yang unik dan menarik, tapi Kamu tidak memiliki keahlian mendesain atau menggambar pola pakaian. Langkah pertama yang bisa Kamu lakukan adalah mencari seorang desainer yang berpengalaman dalam membuat skesta desain fashion. Setelah Kamu menemukan desainer yang cocok, Kamu bisa mendiskusikan visi dan konsep fashion line-mu. Kamu dapat menjelaskan secara detail gaya, warna, bahan, dan spesifikasi lainnya yang ingin Kamu sertakan dalam produk akhir. Setelah itu, desainer akan membuat sketsa atau gambar konsep berdasarkan hasil diskusi. Setelah sketsa disetujui, langkah selanjutnya adalah mencari penjahit yang mampu merealisasikan desain tersebut. Bersama penjahit, Kamu bisa memilih bahan yang tepat, membuat pola dan menjahit pakaian sesuai desain.   Selama proses ini, penting untuk bersikap terbuka terhadap diskusi dan masukan dari semua pihak, termasuk desainer dan penjahit. Kerjasama yang baik antara semua pihak memastikan produk akhir memenuhi visi awal Kamu dan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi. Alternatif lainnya, Kamu juga harus mencoba mendesain produk sendiri. Seperti banyak pelaku usaha lain yang berhasil merancang dan memasarkan produknya sendiri, Kamu pun perlu mencari keterampilan sebanyak-banyaknya dan mencoba mewujudkan produk impianmu secara mandiri. 3.    Buat beberapa Pilihan lain Inovator yang baik menghasilkan produk bagus untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Cobalah untuk memecahkan masalah yang ingin Kamu selesaikan dan pikirkan sebanyak mungkin berbagai alternatif cara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jangan puas hanya dengan satu model saja, coba buat model lain jika model tersebut gagal. Kamu harus mempertimbangkan produk sesuai kebutuhan. Ketika melihat seseorang kesulitan membaca buku di bawah sinar matahari, Kamu mungkin secara otomatis memikirkan pelindung yang dirancang khusus untuk membaca. Namun, bagaimana dengan kacamata khusus? Bagaimana dengan peluang buku digital? Pilihan pertama, Kamu bisa membuat pelindung yang dirancang khusus untuk melindungi halaman buku dari sinar matahari langsung. Ini bisa berupa pelindung transparan yang dapat dipasang di atas halaman buku ketika dibaca di luar ruangan. Kedua, Kamu bisa membuat kacamata baca khusus dengan lensa anti silau yang dirancang untuk membantu pembaca untuk membaca dengan nyaman di bawah sinar matahari yang cerah tanpa merasa silau atau terganggu. Ketiga, membuat buku digital yang memungkinkan pembaca untuk membaca dalam format digital melalui aplikasi atau file pdf. Hal ini memungkinkan pembaca untuk menikmati beberapa buku bacaan tanpa harus kesulitan membawa banyak buku kemana-mana.   Dengan mengeksplorasi berbagai alternatif seperti ini, Kamu dapat menemukan produk yang inovatif dan memenuhi kebutuhan konsumen yang kesulitan membaca buku di bawah sinar matahari. 4.    Siapkan Modal Jika Kamu memiliki dana pribadi yang mencukupi, bersegeralah memulai pembuatan sampel produk tersebut. Tapi, jika produkmu ternyata membutuhkan dana lebih, Kamu perlu mempertimbangkan untuk mengajukan desain produkmu kepada investor atau mengajukan pembiayaan melalui lembaga keuangan. Ini merupakan strategi terbaik dalam mendapatkan pembiayaan jika terkendala modal. Namun, jejak perbankan kamu (BI Checking) juga akan berperan dalam mendapatkan pembiayaan ini. Untuk mengajukan pembiayaan terdapat beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi. Antara lembaga satu dengan yang lainnya mungkin berbeda dalam memberikan persyaratan, seperti pembiayaan dengan agunan atau tanpa agunan. Sedangkan persyaratan yang umum ialah KTP, Kartu Keluarga (KK), NPWP, rekening koran 3 bulan terakhir, dan kelengkapan izin legalitas usaha. Pastikan Kamu memilih lembaga yang tepat dan dapat memenuhi semua persyaratannya.   5.    Membuat Sampel (Dummy Product) Setelah menemukan beberapa ide bagus, dan berkolaborasi dalam mewujudkan produk tersebut dengan desainer, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat sampel produk dan mulailah mengujinya. Tergantung pada jenis dan sifat produknya, proses ini mungkin memakan waktu cukup lama dan  kamu mungkin dapat menyelesaikannya dengan relatif cepat. Proses pengembangan sampel produk memang tidak mudah, terutama jika produk Kamu memiliki kompleksitas, mekanisme, atau firmware agar dapat berfungsi. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan dalam merekrut tim pengembangan produk  yang berpengalaman agar menghasilkan sampel produk yang berfungsi dengan baik.   Nah Sob, itulah tahap pertama dari ‘How to Develop a Product’. Mau tahu tahapan berikutnya? Nantikan artikel selanjutnya yang akan mengulas Testing Product.