Dampak pembatasan ketat 13 kategori produk cross border telah menyelamatkan UMKM Indonesia yang berpotensi hampir Rp300 Triliun pertahun. Rp300 Triliun meliputi industri fashion muslim Rp 280 Triliun pertahun dan indutri batik Rp4,89 Triliun pertahun. Hal ini harus di sambut baik UMKM yang memproduksi produk Fashion Muslim, Batik dan Kebaya untuk mengambil pasar penjualan online di marketplace.

Seperti yang kita ketahui ramainya tagar #SellerAsingBunuhUMKM dan Fenomena Mr. Hu pada Februari 2021, membuat Kementerian Koperasi dan UKM melakukan langkah strategis untuk menanggulangi dan memastikan keamanan UMKM. Mulai dari koordinasi lintas Kementerian/Lembaga, pemanggilan e-commerce terkait, pemanggilan pihak-pihak yang merasa di rugikan, hingga pembicaraan terkait regulasi cross border.

Hasilnya membuat Shopee mengeluarkan ketentuan untuk menghentikan penjualan 13 kategori produk cross border dan terus mengidentifikasi kategori produk lain yang berpotensi ditutup. Pembatasan ketat 13 produk cross border tersebut meliputi hijab, atasan muslim wanita, bawahan muslim wanita, dress muslim, atasan muslim pria, bawahan muslim pria, outwear muslim, mukena, pakaian muslim anak, aksesoris muslim, peralatan shalat, batik dan kebaya.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi langkah marketplace Shopee yang membatasi masuknya penjual cross border ke pasar Indonesia. Kebijakan ini merupakan peninjauan kembali atas kebijakan logistik bagi produk lintas batas. “Langkah Shopee membatasi akses penjualan untuk 13 jenis produk dari luar negeri sudah tepat. Kami berharap agar ini bisa di ikuti oleh marketplace lainnya,” kata Teten dalam keterangannya, Selasa (18/5/2021).

Teten mengapresiasi langkah tersebut mengingat saat ini kualitas produk UMKM Indonesia sudah semakin baik dan tidak kalah dengan produk asing. Pembatasan akses tersebut kata Teten juga akan membuat permintaan terhadap produk UMKM semakin bergairah.

Ia menegaskan pentingnya untuk melakukan proteksi dan perlindungan pasar UMKM di tengah persaingan yang sangat ketat terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak pada semakin melemahnya daya beli secara global. Oleh karena itu, menggarap pasar lokal merupakan salah satu solusi yang diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan kebangkitan ekonomi nasional.

Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Handhika Jahja mengatakan kebijakan ini merupakan dukungan dan kepedulian Shopee terhadap UMKM lokal. “Bersama pemerintah, khususnya Kementerian Koperasi dan UKM kami yakin kebijakan baru ini akan membuat UMKM lokal semakin berkembang,” katanya.

Pemerintah dalam setahun terakhir juga sedang menggencarkan kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indondesia (Gernas BBI) yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilih dan berbelanja produk lokal. Sehingga permintaan terhadap produk lokal dan UMKM semakin meningkat.

Hal tersebut seiring dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menekankan pentingnya bagi seluruh masyarakat untuk membeli produk lokal dan UMKM. Dengan berbelanja produk lokal dan tidak tergantung pada produk asing maka upaya pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi bisa dilakukan dengan lebih baik dan lebih cepat.

Diharapkan upaya ini dapat di ikuti oleh marketplace lain sebagai bentuk dukungan dan keberpihakan nyata kepada UMKM di tanah air. Dan tentunya harapan yang lebih besar agar UMKM dapat meningkatkan kualitas produk guna memanfaatkan potensi pasar marketplace online dari 13 kategori produk cross border yang potensinya hampir mencapai Rp 300 Triliun.