Pandemi covid-19 di Indonesia yang terjadi sejak Maret 2020 lalu menyebabkan banyak sektor mengalami kelumpuhan. Menurunnya daya beli masyarakat akibat adanya pembatasan kegiatan di luar rumah sebagai upaya menekan penyebaran covid-19 turut membuat pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merasakan dampaknya.

Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) terus berupaya untuk membangkitkan kembali UMKM ditengah pandemi. Salah satunya membawa UMKM masuk ke dalam ekosistem digital. Digitalisasi menjadi penting, sebagai sarana para pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran. Sehingga UMKM dapat segera bangkit, berkembang dan terus maju.

Selama pandemi, jumlah pelaku usaha yang onboarding ke dalam ekosistem digital sudah meningkat hingga dua kali lipat dari sebelum masa pandemi. Dimana saat ini, jumlah pelaku UMKM yang onboarding ke dalam ekosistem digital mencapai 16,4 juta UMKM, yang sebelumnya hanya mencapai 8 juta UMKM.

KemenKopUKM terus mendorong pengembangan digitalisasi UMKM melalui sinergi antara kementerian dan lembaga, asosiasi, hingga perusahaan swasta. Hal ini sebagai upaya untuk memenuhi target yang di berikan Pemerintah agar 30 juta UMKM dapat masuk ekosistem digital di tahun 2024.

Berikut sinergi dan program yang telah di lakukan guna mendorong percepatan UMKM menuju ekosistem digital.

SMESCO Center of Excelence

SMESCO telah membangun pusat layanan UKM berbasis digital, dengan 7 layanan fasilitas usaha bagi pelaku UMKM yaitu : BNI Xpora, Pusat Wastra Nusantara, SMESCO Hub Timur, Siren.id, Fulfillment Center, SMESCO Labo, dan Pusat Layanan UKM.

Program PaDi UMKM – padiumkm.id

Transaksi belanja BUMN kepada UMKM di platform PaDi UMKM hingga September 2021 dari tender dan belanja langsung sebesar Rp11,8 triliun dari 155.183 transaksi yang melibatkan 10.412 UMKM.

LKPP Bela Pengadaan – belapengadaan.lkpp.go.id

Bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP), KemenKopUKM merealisasikan target UU Cipta Kerja terkait pengadaan barang dan jasa pemerintah yang harus melibatkan UMKM sebanyak 40%. UMKM terafiliasi di 12 marketplace yang telah bekerja sama dengan LKPP, dapat mengikuti tender dengan nilai transaksi hingga Rp200 juta.

Gernas BBI – banggabuatanindonesia.co.id

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang dicanangkan sejak 14 Mei 2020 telah membuat kenaikan jumlah UMKM go digital dari 14% menjadi 25%. Total transaksi perdagangan digital diproyeksi naik dari Rp253 triliun pada 2020 menjadi Rp330,7 triliun pada 2021.

QRIS – qris.id

Sejak diluncurkan BI pada 1 Januari 2020, pengguna QRIS telah mencapai 10,4 juta dimana sebagian besarnya adalah UMKM. KemenKopUKM bersama BI menargetkan 13 juta pelaku UMKM menggunakan QRIS di akhir 2021.

Lamikro – lamikro.com

KemenKopUKM mengembangkan aplikasi keuangan yang dikembangkan untuk pelaku usaha mikro.

Edukukm.id

Program rutin yang mengadakan berbagai webinar edukatif dan kelas online terkait perkembangan usaha. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM para pelaku UMKM Indonesia.

Percepatan Penerbitan Izin dan Sertifikasi UMK

Bersama Ombudsman, BPOM, dan lembaga terkait lainnya, KemenKopUKM mengkoordinasikan percepatan penerbitan sertifikasi izin berusaha.

Penutupan Cross-Border Impor Ilegal

Penutupan 13 kategori produk cross-border ilegal bersama Shopee, dan juga penutupan 3 sektor produk berupa fashion dan tekstil, makanan, dan kerajinan melalui program AKAR (Akselerasi Karya Rakyat) Lazada.

Live Shopping

Mengadakan live shopping dengan Blibli.com, Rans Entertainment, dan Shopee. Live shopping dengan Shopee berhasil mencetak rekor MURI dengan jumlah penonton terbanyak pada tahun 2020.

Logistik

Melalui SMESCO Fulfillment Center, SMESCO menggandeng YukBisnis dan JNE yang menghadirkan ongkos kirim flat sebesar Rp9 ribu se-Jawa dan Sumatera untuk UMKM Indonesia.

Digitalisasi Warung

Menggandeng jutaan warung di seluruh Indonesia melalui program digitalisasi warung atas dukungan Tokopedia, Blibli.com, dan Wahyoo.

Rantai Pasok

Menjadikan UMKM Indonesia sebagai rantai pasok industri dengan dukungan dari Inaproduct, Krealogi, dan TaniHub. Membuat UMKM tidak hanya unggul di pasar lokal, tetapi juga regional dan global.

Pelatihan dan Pendampingan

Memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM bersama Grab, Gojek, Bukalapak, Tiktok, dan MNC Group.

Chatbot Pasar JuWAra

Bersama UKMIndonesia.id dan Whatsapp memudahkan untuk menemukan pedagang pasar tradisional di sekitar dengan mudah dan berbelanja langsung via chat commerce ke para pedagang tradisional yang sudah go digital.

Pahlawan Digital 2020

Putri Tanjung, Credibook, Krealogi, dan Chatbiz.id mencari Pahlawan Digital yang telah memberikan solusi digital bagi UMKM seperti penyedia rantai pasok untuk perikanan, dan menjadi penghubung antara nelayan dan konsumen, mentransformasi pedagang keliling tradisional, sampai digitalisasi koperasi.

 

Meningkatnya digitalisasi UMKM merupakan keinginan UMKM untuk terus berusaha, dan dukungan nyata pemerintah dengan adanya berbagai fasilitas serta sinergi dengan sejumlah pihak untuk terus bergerak maju meski berada dalam himpitan pandemi.

Terimakasih UMKM Indonesia, sudah bertahan dan berkembang. Mari terus berinovasi dan bertransformasi menuju UMKM Indonesia yang lebih baik.