Seiring berkembangnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, jaminan mutu dan keamanan pangan sudah menjadi poin penting dalam industri pangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Usaha kecil dan menengah (UKM), tidak hanya di tuntut untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19, namun juga dituntut untuk mulai memperhatikan jaminan mutu dan keamanan terhadap produk pangan yang di produksi.

Saat ini, masyarakat mulai menyadari bahwa mutu dan keamanan dari pangan tidak hanya dapat dijamin dengan hasil uji laboratorium terhadap produk itu sendiri. Masyarakat telah sadar jika pemakaian bahan baku yang dipilih secara baik, kemudian ditangani dengan baik, serta di olah dan didistribuskian secara baik dapat menghasilkan produk akhir yang baik pula.

Berbagai sistem telah dikembangkan untuk menjamin mutu dan keamanan terhadap pangan, mulai dari proses produksi hingga produk sampai ke tangan konsumen. Salah satunya ialah HACCP. Tahukah #SobatSmesco apa itu HACCP? Yuk simak informasinya berikut ini.

Apa itu HACCP?

Hazard Analysis Critical Control Point atau yang lebih di kenal HACCP adalah sistem pengawasan dan pengendalian pangan yang digunakan dalam mencegah terjadinya masalah berdasarkan identifikasi titik kritis dalam tahap penanganan dan proses produksi. HACCP merupakan bentuk manajemen risiko yang menggunakan pendekatan preventive (pencegahan) yang dikembangkan dalam menjamin keamanan pangan.

HACCP dikenal sebagai sistem keamanan pangan yang efektif dan mulai diakui serta diterapkan di seluruh dunia termasuk Uni Eropa. Banyak permintaan konsumen dari negara pengimpor yang mewajibkan HACCP bagi UKM yang akan melakukan ekspor. Dengan menerapkan HACCP secara konsisten, UKM di sektor pangan dapat memberikan kepercayaan dan jaminan pada konsumen terhadap keamanan pangan.

Jenis bahaya dalam produksi pangan dapat dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu:

  • Mikrobiologis. Bahaya ini dapat disebabkan oleh bakteri patogen, parasit atau virus penyebab keracunan seperti E. coli, hepatitis A, Listeria monocytogenes, dan lain sebagainya.
  • Kimia. Bahaya ini dapat di sebabkan oleh zat kimia yang masuk ke dalam pangan seperti bahan pengawet, pewarna makanan, logam berat, dan lain sebagainya.
  • Fisik. Bahaya ini dapat di sebabkan oleh benda-benda asing yang seharusnya tidak boleh masuk ke dalam bahan pangan seperti potongan kayu, logam, pecahan gelas, kerikil, tulang, bagian tubuh, dan lain sebagainya.

Untuk bisa mengetahui ada atau tidaknya bahaya yang telah di kelompokan di atas, diperlukan analisis bahaya yang dilakukan secara sistematik dan terorganisasi.

Penerapan HACCP

Program HACCP yang dilaksanakan dapat berjalan secara efektif dan menyeluruh, jika manajemen UKM memegang teguh komitmen yang di buktikan dengan tindakan nyata dalam mendukung dan mengimplementasikan HACCP. Selain itu, UKM juga harus memiliki tim HACCP yang bertanggung jawab dalam merencanakan, menerapkan dan mengembangkan sistem HACCP agar setiap proses dapat berjalan secara tepat dan efisien

Semua anggota dalam tim HACCP harus di bekali pengetahuan mengenai prinsip-prinsip HACCP, cara penerapannya, pengawasannya, koreksi dan prosedur HACCP. Tim HACCP juga harus membuat deskripsi dari produk yang dihasilkan yang didalamnya mencakup bahan yang digunakan, formulasi, serta daya tahan penyimpanan. Informasi ini juga akan sangat berguna bagi tim HACCP ketika evaluasi dalam skala besar yang menyeluruh.

Tim HACCP diharuskan untuk menyusun diagram alir dari semua proses yang bertujuan untuk memberikan gambaran proses produksi agar mudah dikenali. Selanjutnya, diagram alir proses tersebut dilakukan pengujian dan peninjauan ulang yang di sesuaikan dengan kondisi sebenarnya yang terjadi di lapangan. Adapun juka terdapat perbedaan dan kondisi lapangan yang tidak memenuhi syarat, maka diagram harus diubah.

Manfaat HACCP

Manfaat yang didapatkan UKM dengan penerapan HACCP adalah sebagai berikut:

  • Proses produksi lebih terjamin.
  • Meningkatkan jaminan keamanan pangan.
  • Meningkatkan kepercayaan konsumen.
  • Memberikan kepuasan terhadap konsumen.
  • Mencegah hilangnya pasar/konsumen.
  • Mencegah timbulnya kasus keracunan produk.
  • Mencegah timbulna kerugian yang diakibatkan oleh masalah keamanan produk.
  • Menjadikan produk memiliki nilai kompetitif di pasar global.
  • Menjadikan manajemen keamanan pangan yang tepat guna, sehingga dapat diterapkan pada semua tingkat bisnis pangan.

Pendaftaran HACCP

Nah, sudah tahukan apa itu HACCP? Sekarang Smesco akan memberikan kabar baik untuk #SobatSmesco yang bergerak di sektor pangan dan berpotensi ekspor.

Kementerian Koperasi dan UKM akan memfasilitasi  pendaftaran HACCP bagi UKM yang memenuhi persyaratan dengan batas akhir pendaftaran hingga 31 Januari 2022. UKM yang mendaftar nantinya akan di kurasi. Sebelum mendaftar pastikan #SobatSmesco telah memenuhi persyaratan di bawah ini:

  • Memiliki KTP, NPWP.
  • Memiliki SK Badan Hukum, SIUP, TDP atau ijin usaha.
  • Memiliki website/media sosial.
  • Produk yang diajukan telah diproduksi secara kontinu minimal 3 tahun.
  • Produk berpotensial ekspor.
  • Diprioritaskan untuk UKM skala kecil dan menengah dengan omset lebih dari 2 Miliar.

Jika #SobatSmesco telah memenuhi persyaratan diatas, selanjutnya #SobatSmesco dapat mendaftar dan mengisi data secara online melalui bit.ly/ISOHACCPUKM2022.

Informasi lebih lengkap, #SobatSmesco dapat menghubungi contact person di bawah ini:

Dewi : 0895 6134 12009

Ipah : 0857 8209 0779