Pemerintah saat ini tengah membangun proyek kereta Trans Sulawesi yang akan menghubungkan kota-kota besar di Sulawesi. Proyek ini di awali dengan pembangunan rute Makassar-Parepare sepanjang 150km yang di perkirakan rampung akhir tahun ini.

Pembangunan jalur kereta api rute Makassar-Parepare memiliki peranan penting bagi perekonomian di Sulawesi Selatan. Hal ini didasarkan pada beberapa faktor, antara lain:

  • Memberikan peningkatan produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp2,51 triliun, dengan internal rate of return (IRR) sebesar 22,98% bagi perekonomian di Sulawesi Selatan.
  • Menyerap sekitar 6.164 tenaga kerja.
  • Mempersingkat waktu tempuh antara Makassar-Parepare hingga dua kali lipat yang semula 3 jam menjadi 1,5 jam.
  • Memiliki potensi angkutan yang besar, baik angkutan penumpang maupun angkutan barang.

Pembangunan jalur kereta api ini juga dapat memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang akan memasarkan produknya di stasiun-stasiun Kereta Api Sulawesi Selatan.

Akses pemasaran ini di awali dengan di bukanya pendaftaran kurasi produk bagi UMKM Sulawesi Selatan oleh Channel, Balai Pengelolaan Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan dan SMESCO Indonesia.

UMKM yang lolos kurasi nantinya akan mengisi booth di 9 stasiun Kereta Api Sulawesi Selatan yang akan beroperasi pada bulan November 2022.

Lalu, syaratnya apa saja?

Yuk, #SobatSmesco cek gambar di bawah ini.

Jika tidak memiliki sertifikat produk bagaimana?

Tenang, bagi UMKM yang tidak/belum memiliki sertifikat produk, kamu bisa mendapatkan pelatihan dan pendampingan UMKM oleh SMESCO untuk penempatan di tahun 2023.

Ayo jangan sampai lewatkan kesempatan ini. Langsung daftar sekarang ke dataukm.smesco.go.id sebelum 16 Juli 2022.