Dua e-commerce yang beroperasi di Indonesia, Shopee dan Lazada telah menutup akses impor sejumlah kategori produk cross border untuk memaksimalkan perkembangan UMKM lokal.

Sebelumnya Shopee telah menutup 13 produk cross border. Penutupan yang dilakukan sejak 18 Mei 2021 ini melindungi produk UMKM fashion muslim lokal, yang nilai perdagangannya mencapai Rp 280 triliun per tahun, dan industri batik senilai Rp 4,9 miliar per tahun.

Mulai 3 Agustus 2021, Lazada melalui program AKAR (Akselerasi Karya Rakyat) Indonesia telah menutup akses impor produk cross border untuk tiga kategori produk, yaitu produk fashion dan tekstil, produk makanan dan minuman, dan produk kerajinan.

Hal ini sebagai bentuk komitmen Lazada dalam upaya memulihkan perekonomian nasional melalui program AKAR Indonesia. Lazada berkomitmen untuk dapat meningkatkan daya saing UMKM dan memberikan perlindungan kepada UMKM Indonesia.

“Ditutupnya akses impor atas beberapa klaster besar di platform Lazada ini jadi kebijakan yang penting untuk diterapkan para e-commerce, agar UMKM Indonesia bekembang, bisa lebih cepat dan kuat,” jelas Teten.

Kedepannya Lazada bertujuan untuk melakukan penguatan domestik, terutama di daerah-daerah, dengan membangun jaringan dan bimtek demi menuju pertumbuhan UMKM secara sehat yang menjadi raja di negeri sendiri.

Penutupan produk cross border ini banyak memberikan keuntungan terhadap UMKM. Mulai dari daya saing produk lokal yang lebih kompetitif, menghentikan predatory pricing, hingga menciptakan lapangan kerja baru.

UMKM lokal wajib di lindungi dan tingkatkan daya saingnya, karena UMKM berkontribusi terhadap PDB sebesar 61,07% atau senilai Rp 8.573,89 triliun. UMKM juga telah menyerap 97% dari total tenaga kerja, dan berdasarkan data per Tahun 2020, UMKM telah menghimpun hingga 60,4% dari total investasi.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam melindungi dan meningkatkan daya saing UMKM dengan cara:

  • Mempersiapkan revisi Peraturan Menteri Perdagangan No. 50 Tahun 2020 agar UMKM dan industri dalam negeri lebih terlindungi, diutamakan, dan bisa terus berkembang dalam perdagangan melalui sistem elektronik
  • Membuat harga produk UMKM Lokal bisa lebih bersaing melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 199/PMK/010/2019 yang menurunkan ambang batas bea masuk dari US$ 75 menjadi US$ 3
  • Memberikan kemudahan, pemberdayaan, dan perlindungan untuk Koperasi dan UMKM lokal melalui PP No. 7 Tahun 2021 dan UU No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja

Penutupan akses impor produk cross border oleh Lazada di harapkan dapat menjadi langkah awal untuk UMKM Indonesia agar bisa terus bertumbuh secara sehat dan kuat, serta bersemangat dalam menjalankan usahanya di tengah pandemi Covid-19.

“Kami ingin mengajak berbagai pihak mengedepankan rasa kemanusiaan, terutama untuk pelaku usaha di tanah air agar bersemangat dalam menjalankan bisnis,” ujar Waizly.

Semoga semakin banyak e-commerce lain yang mengikuti langkah strategis ini, dalam mengedepankan pertumbuhan dan perkembangan UMKM Indonesia, sehingga bisa lebih berkembang dengan kuat dan cepat.