Persaingan usaha yang semakin ketat menjadikan pelaku usaha berlomba-lomba menciptakan suatu hal yang baru dengan berbagai kreativitas dan ide yang unik. Ide tersebut dapat berupa karya yang diciptakan melalui hasil pemikirannya. Namun, sesuatu hal baru dan unik yang diciptakan dapat menjadi celah untuk pesaing usaha meniru hal tersebut? Atau lebih buruknya ide yang diciptakan diambil alih oleh pihak lain?

Ide yang dituangkan menjadi sebuah karya tersebut merupakan salah satu aset penting bagi pelaku usaha yang sebaiknya didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), sehingga bisa melindungi pelaku usaha dari upaya peniruan atau pengambil alihan.

Bagi pelaku usaha yang sedang menyusun suatu karya atau sudah menciptakan sebuah karya namun belum didaftarkan HKInya, yuk simak proses cara mendaftarkan karyanya ke HKI berikut ini.

HKI adalah suatu cara untuk menghargai hasil kreativitas intelektual secara ekonomis. HKI dibagi menjadi dua, yaitu Hak Cipta, dan Hak Kekayaan Industri yang meliputi Paten, Merek, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, Indikasi Geografis, dan Rahasia Dagang. Melalui HKI ini, pelaku usaha bisa mengidentifikasi dulu jenis karya yang ingin didaftakan apakah termasuk Hak Cipta atau Hak Kekayaan Industri.

HKI yang paling umum dipakai oleh pelaku usaha adalah Hak Cipta dan Hak Kekayaan Industri dalam hal ini Hak Merek.

Hak Cipta

Ciptaan yang dilindungi mencakup ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, sastra, dan seni. Beberapa diantaranya seperti karya tulis, buku, musik atau lagu, seni batik, seni lukis, seni patung, seni gambar, arsitektur, fotografi, dan sinematografi.

Persyaratan Mendaftar Hak Cipta

  • Mengisi formulir Permohonan Hak Cipta dalam bahasa Indonesia dan diketik rangkap tiga. Lembar pertama dari formulir ditandatangani di atas materai Rp 6 ribu. (klik untuk mengunduh formulir) 
  • Formulir Permohonan Hak Cipta mencantumkan: data pencipta, pemegang Hak Cipta dan kuasa yang meliputi nama, kewarganegaraan, alamat, telepon dan email; jenis dan judul ciptaan; tanggal dan tempat ciptaan diumumkan untuk pertama kali; uraian ciptaan.
  • Melampirkan bukti kewarganegaraan pencipta dan pemegang Hak Cipta berupa fotokopi e-KTP atau paspor.
  • Jika Permohonan Hak Cipta diajukan atas nama lebih dari satu orang, maka nama-nama pemohon harus ditulis semua dengan menentukan satu alamat pemohon.
  • Melampirkan akta notaris pendirian badan hukum, apabila pemohoan adalah suatau badan hukum.
  • Jika pemohon bertempat tinggal tidak di dalam wilayah RI, maka untuk kepentingan Permohonan Hak Cipta, pemohon harus menunjuk seorang kuasa dan memiliki tempat tinggal di dalam wilayah RI.
  • Melampirkan surat kuasa, apabila permohonan diajukan oleh seorang kuasa dan melampirkan e-KTP sebagai bukti kewarganegaraan.
  • Melampirkan bukti pemindahan hak jika ciptaan yang dimohonkan telah dipindahkan.M
  • elampirkan contoh ciptaan yang akan dimohonkan untuk didaftarkan.

Alternatif Cara Mendaftarkan Hak Cipta

Terdapat dua cara dalam mendaftarkan Hak Cipta, pertama ialah mendaftar di kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM dengan mendatangi langsung kantor tersebut dan membawa dokumen persyaratan. Kedua, mendaftar secara online melalui situs resmi DJKI Kemenkumham.

Langkah-langkah Mengurus Hak Cipta Secara Online

  • Melakukan registrasi untuk mendapatkan akun di situs resmi DJKI Kemenkumham. (klik untuk mendaftar)
  • Melengkapi data pada halaman registrasi yang meliputi e-mail, password, nama, no e-KTP, tanggal lahir, alamat, kewarganegaraan, jenis pemohon, jenis kelamin, dan telepon.
  • Login ke akun menggunakan email dan password yang didaftarkan pada saat registrasi.
  • Pilih Pengajuan Pencatatan Digital.
  • Isi seluruh formulir yang tersedia.
  • Mengunggah berkas persyaratan yang dibutuhkan (untuk contoh ciptaan maksimal 20 MB).
  • Melakukan pembayaran setelah mendapatkan kode pembayaran (masa berlaku 2 hari).
  • Pemeriksaan Formalitas.
  • Verifikasi.
  • Pencatatan Ciptaan yang disetujui.
  • Pencetakan Sertifikat, dengan mengunduh dan dicetak sendiri oleh pemohon melalui akun pemohon.

Proses pendaftaran Hak Cipta bisa memakan waktu yang lama, oleh sebab itu perlu kesabaran karena memerlukan proses verifikasi yang detail dan menyeluruh. Berdasarkan situs resmi DJKI Kemenkumham masa perlindungan Hak Cipta itu sendiri berlaku selama pencipta hidup dan 70 tahun setelah pencipta meninggal dunia.

Hak Merek

Persyaratan Mendaftar Hak Merek

  • Label/Etiket Merek.
  • Tanda tangan Pemohon Hak Merek.
  • Surat Rekomendasi UKM Binaan atau Surat Keterangan UKM Binaan Dinas (Asli) - Untuk Pemohon Usaha Mikro dan Usaha Kecil. (Unduh Contoh Surat UMK)
  • Surat Pernyataan UMK Bermaterai - Untuk Pemohon Usaha Mikro dan Usaha Kecil. (Unduh Contoh Surat Pernyataan UMK)

Langkah-langkah Mengurus Hak Merek Secara Online

  • Pesan kode billing di aplikasi SIMPAKI dengan mengisi tipe, jenis dan pilihan kelas. (klik untuk memesan kode billing)
  • Melakukan pembayaran sesuai nominal tagihan yang tertera pada aplikasi SIMPAKI.
  • Melakukan registrasi untuk mendapatkan akun di situs resmi DJKI Kemenkumham. (klik untuk mendaftar)
  • Melengkapi data pada halaman registrasi yang meliputi e-mail, password, jenis pemohon, nomor konsultan (jika menggunakan konsultan), nama, no e-KTP, jenis kelamin, tanggal lahir, kewarganegaraan, telepon, dan alamat.
  • Login ke akun menggunakan username dan password yang didaftarkan pada saat registrasi.
  • Klik “tambah” untuk membuat permohonan baru, kemudian pilih tipe perohonan.
  • Masukkan kode billing yang telah dibayarkan.
  • Mengisi seluruh formulir yang tersedia dengan memasukkan data Pemohon, data Merek, dan data kelas dengan klik “tambah”.
  • Unggah lampiran dokumen persyaratan yang dibutuhkan.
  • Preview : pastikan seluruh data sudah diisi dengan benar, kemudian klik “selesai”.
  • Cetak draft tanda terima, simpan bukti tersebut.

Sama seperti Hak Cipta, proses pendaftaran Hak Merek juga memakan waktu yang lama, oleh sebab itu perlu kesabaran karena memerlukan proses verifikasi yang detail dan menyeluruh. Untuk memaksimalkan keberhasilan saat proses verifikasi, pastikan merek yang akan di daftarkan belum pernah ada dan etiket merek tidak menyerupai atau memiliki kemiripan dengan merek yang sudah pernah di daftarkan.

Hak Merek yang sudah terdaftar mendapatkan perlindungan hukum untuk jangka waktu 10 tahun. Meski hanya 10 tahun, pemohon dapat memperpanjang kembali dengan jangka waktu yang sama. Berdasarkan situs resmi DJKI Kemenkumham, biaya pendaftaran Hak Merek untuk umum adalah Rp1,8 juta/kelas dan untuk UMK adalah Rp 500 ribu/kelas.

Hak Cipta dan Hak Merek sama-sama memberikan perlindungan hukum terhadap produk dan merek dari UMKM. Memastikan produk dan merek yang didaftarkan tidak ditiru atau di ambil alih oleh pihak lain. Jadi, karya apa yang ingin kamu daftarkan Hak Ciptanya? Sudahkah brand usahamu terdaftar Hak Mereknya? Tunggu apa lagi, yuk daftarkan segera!