Indonesia merupakan negara UMKM. Ini dikarenakan 99,9% ekonomi Indonesia merupakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sedangkan Usaha Besar hanya 0,01%. Dan 97% lapangan kerja itu disediakan oleh Usaha Mikro. Oleh karena itu, peran internet marketer sangat diperlukan untuk ekonomi Indonesia.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki saat menjadi keynote speech dalam peresmian gelaran Indonesia Digital MeetUp 2022 (IDM22) yang berlangsung di SMESCO Confrence Hall, Jakarta, Kamis (1/9/2022).

Hadir dalam peresmian tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir secara virtual. MenKopUKM didampingi Direktur Utama SMESCO Indonesia Leonard Theosabrata, Direktur Bisnis dan Pemasaran SMESCO Indonesia Wientor Rah Mada, dan Staf Khusus MenKopUKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Fiki Satari.

Menteri Teten mengatakan saat ini banyak pelaku UMKM di daerah-daerah yang masih belum terhubung ke ekosistem digital. Karena banyak para pelaku UMKM yang kurang familiar dengan teknologi digital. Diperlukan dukungan dan dorongan dari semua pihak agar UMKM kita bisa dibantu untuk masuk dalam ekosistem digital.

“Perlahan kita ingin mendorong pasar digital Indonesia didominasi oleh produk UMKM. Dan pemerintah sudah mulai untuk mendukung produk lokal, mendukung brand lokal, mendukung produk UMKM. Dimana sekitar 40% belanja pemerintah harus membeli produk Koperasi dan UMKM. Per hari ini nilainya kira-kira Rp400 triliun lebih,” jelas Menteri Teten.

Menteri Teten menambahkan, Presiden Jokowi bahkan menyampaikan kalau perlu harus direncanakan belanja Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah hingga 100% harus membeli produk-produk lokal. Karena ini merupakan kebijakan afirmasi yang sangat fundamendal, untuk mendukung perkembangan industri lokal dan perkembangan ekonomi UMKM.

Lebih lanjut, Menteri Teten menargetkan produk-produk usaha mikro harus masuk ekosistem digital dan bisa di jual secara online. Karena ekonomi digital Indonesia diprediksi akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

“Jangan sampai, ekonomi digital kita yang besar itu malah dikuasai oleh produk-produk dari luar negeri. Ini harus dikuasai oleh produk-produk dalam negeri,” kata Menteri Teten.

Dalam kesempatan yang sama melalui virtual, Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi terselenggaranya IDM22. Menurutnya, UMKM saat ini harus melek teknologi dan digitalisasi. Teknologi yang sebelumnya digunakan, kini tergantikan oleh teknologi yang lebih canggih. Oleh karena itu, penyelenggaraan IDM22 menjadi sangat penting dan juga bermanfaat bagi peserta yang tidak hanya mendapatkan pertukaran informasi dan pengalaman mengenai kemajuan teknologi dan digitalisasi, namun juga dapat terus mengasah potensi diri sehingga membuka peluang yang lebih besar untuk maju bersama.

“Saat pandemi semua didorong untuk memasuki ranah digitalisasi, maka kini saatnya UMKM harus dapat menguasai ranah digital dan siap naik kelas dengan pemanfaatan teknologi yang efektif. Proyeksi ekonomi Indonesia mencapai Rp4.800 triliun di tahun 2030. Indonesia didominasi oleh generasi muda milenial dan gen Z yang mencapai 54% dari total penduduk Indonesia. Transformasi dalam tubuh BUMN pun terus kita fokuskan kepada kemampuan SDM muda dan produktif, agar mampu bergerak lebih lincah, serta tangkas bersama pesatnya kemajuan teknologi digital,” kata Menteri Erick.

Kementerian BUMN kata Menteri Erick, terus berupaya maksimal dalam menjalankan 3 inisiatif dan strategis dalam tranformasi digital. Pertama ialah pembangunan dan pengembangan infrastruktur digital yang merata di seluruh Indonesia. Kedua, pengembangan dan pertumbuhan masyarakat digital. Dan ketiga, akselerasi ekosistem pertumbuhan digital.

Salah satu upayanya ialah melalui platform PaDi (Pasar Digital) yang telah menjembatani UMKM masuk kedalam ekosistem pengadaan BUMN. Sampai dengan Juni 2022, telah ada 12.960 UMKM dengan nilai transaksi mencapai Rp18 triliun. Kementerian BUMN melalui himbara juga akan menyalurkan hingga Rp338,6 triliun atau 92,4% dari total nilai KUR untuk terus mendorong UMKM naik kelas.

“Pelaku UMKM lokal harus bisa masuk dalam kereta transformasi teknologi digital yang geraknya makin cepat. Agar pelaku UMKM berhasil mencapai tujuan dan kemajuan dengan teknologi digital saat ini, harus terus kita lakukan bersama-sama,” jelas Menteri Erick.

Direktur Utama SMESCO Indonesia Leonard Theosabrata berterima kasih atas dukungan dari semua pihak atas terselenggaranya IDM22. Terlebih dukungan terhadap UMKM untuk bisa lebih kuat mengenai pemahaman digitalisasi, internet marketing, ad network, makloon dan lainnya.

“SMESCO sebagai Badan Layanan Umum dibawah KemenKopUKM sangat bangga, ingin mempersembahkan Indonesia Digital MeetUp ini kepada UMKM seluruh Indonesia. Semoga acara semacam ini, kita bisa bersama scale up UMKM, bisa onboarding (UMKM) lebih banyak lagi, dan solusi (digital) lebih banyak lagi,” katanya.