Pemerintah Indonesia sedang giat membangun berbagai sektor pengembangan sektor pariwisata yang saat ini paling terdampak pandemi covid-19. Mengingat ada sekitar 34 juta penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, maka dapat dipastikan sektor penggerak ekonomi negara dalam ranah ini mendapatkan priroritas program pemulihan ekonomi nasional.

Pariwisata di Papua, dengan kecantikan otentisitas dan kekayaan alamnya banyak menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara. Salah satunya adalah pulau Owi yang menjadi magnet  karena memiliki daya tarik pada keindahan alam bawah lautnya.

Pulau Owi merupakan pulau yang ada di salahsatu Kabupaten Biak Numfor. Pulau ini merupakan pulau berpenduduk yang dihuni oleh empat kampung, yaitu Owi, Wasori, Sareidi dan Yendakam. Lokasinya yang terpencil di kawasan Biak Timur, membuat wisatawan masih sangat sedikit yang mengetahui keberadaan dan keindahan alam pulau ini.

Padahal, pulau ini menyimpan banyak sekali destinasi yang pastinya sangat menarik.Salah satu daya pikat untuk para traveler khususnya para penyelam penikmat keindahan alami ekosistem biota laut adalah keindahan bawah laut pulau Owi. Keindahan tersebut tidak lain karena pulau ini masih termasuk dalam Kepulauan Padaido yang berada di tempat yang sangat strategis. Padaido, pulau Meos Indi, dan pualu Rani-Mampia merupakan tiga taman laut yang mengelilingi keasrian pulau Owi.

Melihat kehidupan taman bawah laut pulau Owi yang masih alami, menggoda para penyelam untuk bisa melihat secara langsung. Ikan barakuda, sekawanan anthias, dan schooling yang merupakan ikan cantik berwarna kuning tak lepas dari perhatian para penyelam. Selain itu, keindahan coral dan batu karangnya pun menjadi penghias yang sangat mempesona.

Ekosistem biota bawah laut pulau Owi masih sangat terjaga dan masih sangat alami. Meski kehidupan masyarkat pulau Owi hidup dari berburu ikan, masyarakat pulau Owi memiliki sistem kearifan lokal. Mereka biasa menyebutnya sasisen yang berarti penutupan atau larangan. Setiap tahun masyarakat menyepakati jenis biota laut yang dilarang untuk diburu pada tahun itu, agar tetap terjaga kelestariannya, seperti lobster, teripang, lola dan pea-pea (siput mutiara) agar tidak merusak ekosistem biota laut.

Seiring dengan program pemerintah membuka destinasi wisata andalan baru, potensi pulau Owi memiliki potensi pariwisata khusus, bagi penggiat selam pariwisata bawah laut seiring dengan agenda pemerintah meningkatkan kontribusi angka investasi di Indonesia sebesar 5% - 7,5% hingga tahun 2024.

Bawah laut maupun darat pulau Owi sama mempesonanya. Siapa sangka pulau yang hanya dihuni oleh kurang lebih 1.000 nelayan ini ternyata pernah punya peran dalam Perang Dunia ke-II. Kita akan menemukan landasan pacu pesawat terbang pada salah satu sudut pulau jika kita mengelilingi pulau seluas 820 hektar ini. Kabarnya, landasan pacu tersebut dahulu digunakan sebagai pertahanan yang dibuat oleh Australia untuk operasi melawan Jepang. Namun, kini landasan pacu pesawat tersebut di biarkan menjadi saksi bisu dan menjadi salah satu sejarah dunia.

Terlepas dari sejarahnya di masa silam, pulau Owi kini hadir menjadi salah satu sektor pariwisata potensial di Indonesia timur yang banyak memukau wisatawan. Bisa di bilang pulau ini menjadi daerah tujuan wisata yang cukup lengkap, ada destinasi bawah laut, pantai, dan sejarah. 

Pulau Owi memang masih sangat alami, menjadikan gugusan pantainya seperti lukisan alam yang sangat indah. kombinasi antara pasir putih dan lautnya yang biru seperti sebuah permadani luas yang terlihat sangat cantik. Selain itu, barisan pohon kelapa yang menghiasi sekeliling pulau, berjejer laksana para prajurit yang siap menjaga kelestarian pulau Owi.

Papua, memiliki potensi yang sangat menjanjikan khususnya di sektor pariwisata. Apabila pemerintah piawai dalam mengelolanya, sangat di pastikan provinsi yang berada di timur Indonesia ini bisa menghasilkan devisa yang sangat besar dan menguntungkan bagi negara.