Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) dan Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) bersinergi menyelenggarakan rangkaian kegiatan untuk para pelaku UMKM di Kawasan Wisata Super Prioritas seperti Labuan Bajo, Toba, Borobudur, Likupang, dan Mandalika. Sinergi ini sebagai bentuk dorongan kepada UMKM untuk memaksimalkan  pemanfaatan digital dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Beragam kegiatan akan diberikan kepada pelaku UMKM seperti sosialisasi program KUR, pelatihan vokasional dan pelatihan e-commerce untuk usaha mikro di sektor pariwisata, bimtek kewirausahaan, marketing mix, coaching clinic, pelatihan manajemen ekspor, pelatihan perkoperasian, temu mitra Smesco, dan pengembangan wastra.

Desa Meat di Kabupaten Toba menjadi tempat kedua dari sinergi antara KemenKopUKM dan Dekranas ini. Sebelumnya, yang pertama sudah dilaksanakan di Labuan Bajo, kemudian yang ketiga akan di adakan di Borobudur, dan selanjutnya Likupang dan Mandalika.

Desa Meat merupakan desa yang memiliki keunggulan tersendiri dengan narasi budayanya. Desa Meat terkenal dengan sebutan Desa Adat Ragi Hotang Meat. Hal ini dikarenakan hampir 70% ragi hotang yang melegenda dan termahsyur di buat oleh masyarakat di Desa Meat. Ragi hotang adalah jenis kain ulos yang merupakan kebanggaan suku Batak.

Kain ulos sebagai wastra nusantara warisan budaya para leluhur, perlu untuk di kembangkan dan dilestarikan oleh generasi selanjutnya. Sehingga pemakaian bahan baku yang ramah lingkungan menjadi bagian dari program ini, guna menciptakan dan mengembangkan warisan budaya masa depan Indonesia yang berkelanjutan.

Maraknya produk kain ulos pabrikan dengan menggunakan bahan kimia, menggeser pengrajin kain ulos asli yang masih menggunakan bahan alami. Selain menurunkan kualitas, penggunaan bahan kimia oleh sebagian pengrajin kain ulos menjadi penyumbang bagi pencemaran di Danau Toba. Sebagai Kawasan Wisata Super Prioritas, Danau Toba perlu di jaga keberlangsungannya dari berbagai pencemaran.

Melalui program Cerita Wastra, pengembangan wastra kepada pelaku UMKM di Desa Meat dilakukan dengan melatih para pengrajin kain ulos untuk kembali menggunakan pewarna alami sebagai bahan bakunya. Pewarna alami kain ulos bisa didapatkan melalui kayu jabi-jabi dan kayu sona (angsana) untuk menghasilkan warna merah, fermentasi buah itom untuk warna hitam, dan  daun salaon untuk menghasilkan warna indigo atau biru laut.

Selain pelatihan-pelatihan yang diadakan di Desa Meat, Smesco sebagai salah satu Badan Layanan Umum (BLU) di bawah KemenKopUKM juga mengadakan temu mitra dengan UMKM yang telah mendaftarkan diri di database Smesco melalui link https://dataukm.smesco.go.id.

Para pelaku UMKM menceritakan berbagai keluh kesahnya dalam menghadapi pandemi dan memberikan masukan kepada Direktur Bisnis dan Pemasaran Smesco Wientor Rah Mada. Obrolan santai ini menghasilkan beberapa kesepakatan, salah satunya adalah memperluas jejaring dengan membentuk komunitas UMKM di Kabupaten Toba. Smesco akan mendukung komunitas ini dengan mengadakan program pelatihan dan pendampingan yang presisi dan akurat.

Selain itu, Smesco juga akan memasarkan kain ulos secara lebih khusus dengan melibatkan jejaring ekosistem pemasaran Smesco. Saat ini Smesco memiliki Pusat Wastra Nusantara yang beroperasi di lantai dasar Gedung Smesco, sebuah display eksklusif khusus bagi wastra tradisional premium Nusantara yang dikelola menggunakan platform digital dan terintegrasi dengan sistem perbankan milik UMKM pengrajin kain ulos.

Dengan digitalisasi, pengunjung akan bisa membeli Wastra Ulos Tradisional jenis Ragi Hotang dari display di Smesco langsung kepada pengrajin kain ulos di Desa Meat dan secara real time bertransaksi menggunakan platform digital QRIS. Lebih lanjut, hasil transaksi tersebut langsung terinput di rekening bank UMKM pengrajin kain ulos di Desa Meat di hari yang sama.

Para pelaku UMKM wastra ulos di Desa Meat juga akan dibekali strategi pemasaran digital melalui Siren.id, sebuah platform digital marketing Smesco dan reseller produk UMKM yang dapat membantu memperluas jangkauan pemasaran.

Smesco tidak ingin mengabaikan setiap kebutuhan dan tantangan yang dihadapi UMKM. Oleh karena itu, dalam berbagai kesempatan Smesco berharap dapat semakin dekat dengan UMKM untuk bisa mendengar lebih banyak lagi agar dapat membuat program-program yang tepat sasaran.

Tidak ada perasaan yang lebih menyenangkan daripada menyaksikan UMKM yang bersemangat untuk maju. Horas!