Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di sektor industri makanan dan minuman (mamin) memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Industri mamin merupakan salah satu sektor utama yang mendukung kinerja industri pengolahan nonmigas. Ini terbukti pada triwulan I tahun 2022, industri mamin menyumbang 37,33% dari PDB industri pengolahan nonmigas.

Industri mamin menjadi salah satu sektor yang mendapatkan prioritas pengembangan sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0. Bimbingan dan kerjasama dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas produk pelaku UMKM di sektor industri mamin agar dapat segera naik kelas dan mampu berdaya saing di tengah masuknya produk asing ke pasar dalam negeri.

SMESCO Indonesia sebagai unit usaha di bawah Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKop UKM) bersama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bersinergi dalam mendukung penuh UMKM Indonesia. Sinergi ini dituangkan dalam penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara SMESCO dan BPOM yang dilaksanakan di Gedung SMESCO pada Selasa (06/09/2022).

PKS ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM dalam menghasilkan produk obat tradisional, kosmetika, dan pangan olahan yang aman dan bermutu. PKS ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara KemenKop UKM dengan BPOM tentang Pemberdayaan Koperasi dan UMKM di Bidang Obat Tradisional, Kosmetika, dan Pangan Olahan.

Hadir pada saat penandatanganan Menteri Koperasi dan UKM yang diwakili oleh Staf Ahli Menteri bidang Ekonomi Makro Rulli Nuryanto dan Asisten Deputi Kemitraan dan Perluasan Pasar KemenKop UKM Fixy, Direktur Utama Smesco Leonard Theosabrata, dan Pelaksana Tugas Sekretaris Utama/Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Rita Endang.

Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM bidang Ekonomi Makro Rulli Nuryanto berharap semoga kerjasama ini dapat semakin meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM, dan juga meningkatkan daya saing produk UMKM dibidang obat tradisional, kosmetika, dan pangan olahan. “Semoga kerjasama ini dapat memberi manfaat sebesar-besarnya bagi para pelaku UMKM dan juga Koperasi,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama SMESCO Leonard Theosabrata mengatakan bahwa ini adalah kerja sama kunci dalam upaya UMKM untuk naik kelas dari informal menjadi formal melalui standarisasi. SMESCO sebagai bagian dari Center Of Excellence sedang membangun Cloud Kitchen atau dapur bersama untuk para UMKM pangan olahan untuk bisa Maklon.

“UMKM bisa datang ke SMESCO untuk Maklon, di mana fasilitasnya ini tentunya sudah kita desain, dirancang atas anjuran dan arahan dari BPOM, sehingga diharapkan kendala-kendala teknik yang biasa di miliki oleh UMKM terutama yang mikro dan kecil itu bisa ditangani lebih baik,” ujar Leonard.

Lebih lanjut, Loenard ingin produk-produk UMKM Cloud Kitchen yang nantinya sudah berstandar sesuai standar yang diharuskan oleh BPOM ini dapat masuk ke SMESCO Fulfillment Center untuk dijual dalam ekosistem reseller yang SMESCO miliki. “Ini menjadi sebuah rangkaian dari ekosistem yang memang kita bangun untuk menghadirkan Centre of Excellence. Semoga kerja sama ini bisa membuahkan banyak hasil untuk UMKM,” tutupnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris BPOM Rita Endang menyatakan BPOM sangat mendukung kerja sama ini untuk meningkatkan Ease of Doing Business, sehingga nantinya UMKM memiliki suatu kemudahan dalam berusaha. Untuk itu, BPOM telah melakukan berbagai upaya seperti pendampingan, membangun ekosistem perizinan, dan pengawasan post-market.

BPOM berkomitmen untuk mendukung SMESCO dalam upaya yang dilakukan dalam membangun Cloud Kitchen. Selain itu menurut Rita, kerjasama ini bisa menjadi solusi untuk UMKM bisa naik kelas dengan menghasilkan produk-produk yang aman, bermutu, dan bergizi. “Saya berharap PKS ini dapat kita laksanakan dalam bentuk yang konkrit, dukungan BPOM bagi UMKM binaan SMESCO,” harapnya.

Kerjasama kedua pihak ini akan memudahkan UMKM membuat perizinan dengan mempercepat proses Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dengan melibatkan UMKM sebagai pemilik usaha untuk melakukan audit mandiri, sesuai Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 75/M-IND/PER/7/2010 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik (Good Manufacturing Practices).

Pelaku UMKM yang ingin melakukan audit mandiri penerapan CPPOB dapat membuka link website cppob.smesco.go.id, dan mengikuti setiap langkah-langkah yang ada. Setelah semu terisi, UMKM akan mendapatkan nilai presentase dari kesiapan hasil audit mandiri, dan hal-hal yang harus UMKM perbaiki untuk bisa mencapai presentase maksimal dalam penerapan CPPOB.

UMKM dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan bagian Pusat Layanan UKM Smesco melalui Whatsapp 0813 1078 6655. Apabila presentase pengisian form sudah mencapai 100%, maka Pusat Layanan UKM akan meneruskannya kepada BPOM untuk segera dilakukan survei. Namun, apabila presentase belum mencapai 100%, Pusat Layanan UKM akan memberikan alternatif solusi terhadap kendala yang dialami.