Selama pandemi masyarakat global telah semakin sadar dengan isu kesehatan. Kebiasaan untuk menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer sudah menjadi budaya yang paten di tengah masyarakat yang tak lain juga merupakan dampak dari pandemi Covid-19.

Menerapkan gaya hidup sehat merupakan sebuah keharusan. Masyarakat global khususnya Gen-Y dan Gen-Z, kini telah merubah mindset pendahulu mereka yang semula ‘que sera sera’ menjadi prudence mindset. Generasi saat ini mulai sadar dan peduli bahwa apapun yang dipilih, dikonsumsi atau dilakukan hari ini akan berdampak pada hari esok.

Gaya hidup yang tidak sehat telah menimbulkan berbagai penyakit kronis, dan bertanggung jawab terhadap 71% kematian secara global. Pengeluaran/belanja kesehatan telah mencapai kisaran 10% dari GDP global, menjadikan pertumbuhan nilai belanja kesehatan lebih besar dibanding pertumbuhan ekonomi.

Masyarakat global telah menanggapi situasi di atas dengan mempertimbangkan alternatif yang lebih bijak dalam membangun arsitek kesehatan global melalui aspek wellness, sehingga secara global nilai ekonomi wellness dunia diperkirakan senilai USD4,5 triliun dan mewakili sekitar 5,6% dari output ekonomi global pada tahun 2017 (sumber: IMF)

Indonesia sebagai negara yang kaya akan kekayaan alam memiliki potensi yang luar biasa besar dalam pengembangan wellness. Kekayaan alam merupakan komoditas penting pada industri wellness yang menjadikan Indonesia pada tahun 2020 menempati ranking 19 teratas pada pasar industri wellness dunia.

Bertepatan dengan momentum Presidensi Indonesia pada G20 tahun 2022, Kementerian Koperasi dan UKM bersama SMESCO Indonesia bekerjasama dengan Indonesia Wellness Institute akan melaksanakan kegiatan Future Wellness Tradition pada rangkaian kegiatan Future SMEs Village yang berlangsung 10 - 19 November 2022, di Bali Collection, ITDC Nusa Dua, Bali.

Kegiatan yang mengangkat tema Local Wisdom for Global Sustainability ini diharapkan mampu mendorong posisi industri wellness Indonesia di dalam peta wellnes dunia, sehingga menjadikan ekosistem wellness Indonesia terbentuk lebih luas, inklusif, dan berdaya saing dengan mengangkat kekuatan tradisi yang otentik dan beragam.

Kegiatan ini direncanakan akan dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM, Menteri BUMN, Dewan Pembina IWI, delegasi internasional dan stakeholder lain yang terkait dengan industri wellness Indonesia. Di akhir seluruh rangkaian acara akan ditutup dengan Deklarasi Bali yang berisi visi pengembangan wellness Indonesia dan dunia yang di tuangkan dalam 10 Bali Principle.