Setelah sukses menyelenggarakan Showcase dan Business Matching Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahap 1 di Bali pada 22 - 24 Maret 2022 lalu, Kementerian Koperasi dan UKM kembali menyelenggarakan Showcase dan Business Matching Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahap 2 di Jakarta pada 11 - 23 April 2022.

Sebelumnya, Showcase dan Business Matching Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahap 1 yang berlangsung selama 3 hari telah berhasil mencetak komitmen belanja PDN, Koperasi, dan UMKM senilai Rp214 triliun. Komitmen ini melebihi 50% dari target awal yang sebesar Rp400 triliun.

Untuk Showcase dan Business Matching Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahap 2 kali ini, Presiden Joko Widodo meningkatkan target komitmen belanja menjadi Rp500 triliun untuk pengadaan PDN, Koperasi, dan UMKM.

Showcase dan Business Matching Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahap 2 diikuti oleh peserta yang melibatkan sekitar 400 UKM dari seluruh Indonesia. Showcase dan Business Matching ini dilkaksanakan di 2 tempat, yaitu di Gedung Smesco Exhibition Hall pada 11 – 21 April 2022, dan akan dilanjutkan di Jakarta Convention Center (JCC) pada 22 – 23 April 2022 sebagai puncak acaranya.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, kegiatan Showcase dan Business Matching ini menjadi upaya pemerintah dalam percepatan penyerapan PDN, Koperasi, dan UMKM. Menurutnya pada tahun ini, potensi pembelian PDN, Koperasi, dan UMKM sangat besar, dengan belanja pemerintah mencapai Rp1.481 triliun, dan BUMN mencapai Rp420 triliun.

Business Matching tahap 2 mengangkat produk dengan kategori Alat Kesehatan, K3 (Keselamatan, Keamanan, dan Kesehatan) dan Wellness yang berlangsung kemarin pada 11 – 12 April 2022. Kemudian kategori Pertanian, Manufaktur dan Alat Berat pada 14 – 15 April 2022, kategori Teknologi Informasi, Komunikasi dan Digital pada 17 – 18 April 2022, dan 17 sub sektor Industri Kreatif lainnya pada 20 – 21 April 2022.

Business Matching kali ini diharapkan dapat bermanfaat dalam mengoptimalkan komunikasi antara pemerintah yang memiliki potensi pengadaan barang/jasa dengan pelaku usaha yang memiliki produk unggulannya. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi percontohan atau memacu K/L dan pemerintah daerah untuk dapat melaksanakan kegiatan Business Matching mandiri agar UMKM di daerah dapat berpartisipasi dalam pengadaan barang dan jasa dari pemerintah daerah.

 

"Dengan valuasi nilai belanja pemerintah dan BUMN yang sangat besar itu apabila separuhnya bisa dipenuhi oleh produk UMKM dan Koperasi, maka akan berdampak sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi. Dipastikan akan ada lapangan kerja baru bermunculan dan menjadikan daya saing produk UMKM semakin meningkat"