Mitra Kami

Selamat Datang di

Pusat Layanan UKM Smesco Indonesia

Smesco Indonesia adalah lembaga resmi di bawah Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia yang bertugas untuk membantu akses pemasaran bagi usaha kecil dan menengah. Silakan hubungi kami melalui saluran komunikasi di bawah ini.

Data UKM di Indonesia

UKM terdaftar dari seluruh wilayah Indonesia

68993

64577

Mikro (94%)

4056

Kecil (6%)

360

Menengah (1%)
Daftarkan usaha anda menjadi mitra Smesco > Daftar Disini!

Peta Sebaran UKM di Indonesia

Silakan klik peta Indonesia di sebelah untuk mendapatkan data yang lengkap tentang sebaran UKM di Indonesia

Lihat Detail
Siren.id

SIREN - Smesco Indonesia Retail Network adalah Platform Bisnis Dropship Bagian dari Smesco Indonesia yang berfokus pada menjual produk-produk UKM di seluruh Indonesia

Smesco Fulfillment Center

Smesco Fulfillment Center adalah gudang penyimpanan barang untuk membantu para pelaku UKM untuk menyimpan barang, packing dan pengiriman yang akan dilakukan oleh tim Profesional Smesco Fulfillment Center.

Smesco Food Camp

Smesco Food Camp adalah Program inkubasi/pembekalan bisnis bagi pelaku usaha makanan dan minuman agar bisa mengembangkan usahanya lebih profesional. Smesco Food Camp diberikan oleh Smesco agar UKM Naik Kelas.

Apa itu

Xpora adalah solusi digital yang mendukung pengembangan UKM agar lebih menguntungkan, termasuk dengan mempermudah ekspor ke pasar yang tepat.

Cek Level Bisnis

Yuk, cari tahu level pengalaman bisnis Anda agar kami bisa rekomendasikan fitur yang tepat untuk Anda.

Ya, Cek

Program Kami

Smesco Indonesia mengembangkan SPARC®️ Programs sebagai program unggulan dalam melayani KUKM di seluruh Indonesia yang terdiri dari SPARCTRAC®️, SPARCCAMPUS®️ dan SPARCTRADE®️

/ 01

Sparc Trac

Platform IKU digital bagi para pelaku UKM untuk mengukur apakah sebuah UKM telah naik kelas dan efektivitas program-program Sparc dalam upaya tersebut. Selain itu platform ini juga bertujuan untuk dapat menjadi dasar pertimbangan bagi rekan pembiayaan untuk memberikan pendanaan kepada sebuah UKM....

Lihat Detail
/ 02

Sparc Campus

Platform pelatihan vokasi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan para pelaku UKM dalam pengupayaan gerakan UKM naik kelas. Kelas dan pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Smesco sendiri dan juga rekan pengajar yang telah terkurasi untuk melatih di berbagai sektor seperti fesy...

Lihat Detail
/ 03

Sparc Trade

Platform perdagangan yang bertujuan untuk membantu mempertemukan antara pasokan dan permintaan. Berbeda dengan platform seperti e-commerce atau marketplace, platform ini mendorong pihak penjual atau UKM sebagai pihak yang aktif mencari pembeli melalui daftar permintaan yang dibuat oleh para pembe...

Lihat Detail

Berita Terbaru

Smesco Hadir Untuk UMKM Indonesia
Pandemi Covid-19 dua tahun terakhir turut berdampak pada sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pelaku UMKM mendapat tantangan besar untuk bisa bertahan ditengah terpaan pandemi. Meskipun banyak UMKM yang bisa memanfaatkan pandemi sebagai peluang, namun tidak sedikit yang terpaksa harus merubah skema bisnisnya, atau bahkan harus gulung tikar. Ditengah tantangan tersebut, Smesco hadir dengan berbagai program dalam memberikan pendampingan, pelatihan, dan bantuan agar UMKM dapat segera bangkit akibat pandemi. Lalu apa saja program-program yang telah Smesco jalankan di tahun 2021? Yuk simak informasinya berikut ini. 1.   Kurasi Produk Berbagai macam kurasi, baik dari produk herbal & spa, produk UMKM untuk perhotelan, produk kuliner, produk furniture dan craft. Kurasi tersebut sudah berhasil melahirkan 3.400 produk UMKM yang siap dipasarkan baik di dalam dan luar negeri. 2.   Inkubasi dan Pelatihan Inkubasi, pelatihan dan webinar di berbagai daerah yang Smesco lakukan sudah berhasil merubah mindset, packaging, skema bisnis, hingga pemasaran bagi 2.815 UMKM di seluruh Indonesia. 3.   Smesco Labo Smesco Labo juga telah menghasilkan berbagai inisiatif, seperti Electronic Vehicle untuk cargo, berbagai riset pangan dan kuliner, serta inisiatif sustainable fashion dalam Project KRTA yang berlangsung dengan sukses. 4.   Smesco Hub Timur Produk UMKM di wilayah timur Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan belum terjangkau pasar di wilayah lainnya di Indonesia. Smesco Hub Timur hadir agar produk-produk di wilayah timur dapat dikurasi dan dipromosikan baik di pasar lokal maupun di pasar luar negeri. 5.   Smesco Fulfillment Center Smesco Fulfillment Center telah berhasil membantu 250 merchants dalam mendistribusikan produk UMKM keseluruh pulau jawa dengan mudah dan juga murah. 6.   Siren.id Platform Siren.id menjaring lebih dari 500 reseller dan 300 lebih mitra UMKM untuk dipasarkan secara nasional. 7.   Kimia Farma Bersama Kimia Farma Apotik, Smesco telah membantu penjualan lebih dari 30ribu produk kategori Herbal & Spa dengan nilai hampir Rp3,5 Milyar selama periode April s.d November 2021. 8.   Live Shopping Dua kali Live Shopping yang Smesco lakukan pada bulan Maret dan April tercatat sukses membantu penjualan UMKM selama pandemi. 9.   Paviliun Provinsi Sebagai ruang pamer dan penjualan produk UMKM unggulan dari 34 provinsi di Indonesia, Paviliun Provinsi telah berhasil mencetak omzet penjualan sebesar Rp641 juta. Perlu #SobatSmesco ketahui, Tahun 2021 Smesco mempunyai 121 ekspose berita di media nasional, 413 rilis melalui kanal media sosial dengan reach yang mencapai lebih dari 1 juta audience. Selain itu, saat ini lebih dari 64ribu UMKM telah terdaftar dalam database Smesco dan siap tumbuh bersama untuk menjadikan UMKM Indonesia semakin naik kelas. Dan tak kalah penting, tahun 2021 adalah tahun kolaborasi bagi Smesco. Dengan menggandeng berbagai pihak untuk kepentingan dan kemajuan UMKM, Smesco memiliki 16 MOU dan 14 perjanjian kerjasama (PKS) yang sudah ditandatangani, antara lain dengan BNI, BRI, Telkomsel, MNC Grup, Gojek, dan lainnya. Smesco siap mendukung dan melayani UMKM Indonesia dengan sepenuh hati. Smesco akan terus memberikan yang terbaik demi UMKM Indonesia dapat tumbuh dan segera naik kelas.  
Ayo Jadikan Dirimu Duta Ekspor Indonesia Timur!
  Business & Export Development Organization (BEDO) bersama Sampoerna Untuk Indonesia dan Smesco mencari 30 Pemuda/i yang memiliki minat dalam berbisnis ekspor untuk mendapatkan pelatihan mengenai dunia ekspor dari para pakar dan pelaku ekspor serta berkesempatan berjejaring dengan UMKM berpotensi ekspor di Bali.#SobatSmesco tertarik untuk mengikuti program ini? Yuk simak persyaratan pendaftarannya berikut ini: Usia 18-30 tahun Berasal dari Prov NTT, NTB, Bali, Gorontalo, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua atau Papua Barat Minimal pendidikan SMA Memiliki minat berbisnis/eskpor Mampu berbahasa Inggris dengan baik, baik secara lisan maupun tulisan Aktif dalam berorganisasi Menguasai Ms Word, Ms Excel, Ms PowerPoint Mempunyai jaringan ke petani komoditas (diutamakan) Pendaftaran dimulai sejak 18 April kemarin hingga 24 April 2022. Seleksi dan pengumuman peserta yang lolos seleksi administrasi akan diinformasikan melalui media sosial BEDO pada 25 April 2022. Peserta yang lolos seleksi administrasi akan mengikuti pelatihan secara online pada 26 dan 28 April 2022. Selanjutnya akan dipilih 10 peserta terbaik pada 30 April 2022. 10 peserta terpilih akan mendapatkan Export Bootcamp dan Business Matching di Bali pada 6 - 8 Mei 2022. Yuk #SobatSmesco segera daftarkan dirimu sebelum 24 April 2022. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Novie melalui WA di nomor 081250639060.  
Pemerintah Targetkan Rp500 Triliun untuk Pengadaan PDN, Koperasi, dan UMKM
Setelah sukses menyelenggarakan Showcase dan Business Matching Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahap 1 di Bali pada 22 - 24 Maret 2022 lalu, Kementerian Koperasi dan UKM kembali menyelenggarakan Showcase dan Business Matching Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahap 2 di Jakarta pada 11 - 23 April 2022. Sebelumnya, Showcase dan Business Matching Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahap 1 yang berlangsung selama 3 hari telah berhasil mencetak komitmen belanja PDN, Koperasi, dan UMKM senilai Rp214 triliun. Komitmen ini melebihi 50% dari target awal yang sebesar Rp400 triliun. Untuk Showcase dan Business Matching Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahap 2 kali ini, Presiden Joko Widodo meningkatkan target komitmen belanja menjadi Rp500 triliun untuk pengadaan PDN, Koperasi, dan UMKM. Showcase dan Business Matching Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahap 2 diikuti oleh peserta yang melibatkan sekitar 400 UKM dari seluruh Indonesia. Showcase dan Business Matching ini dilkaksanakan di 2 tempat, yaitu di Gedung Smesco Exhibition Hall pada 11 – 21 April 2022, dan akan dilanjutkan di Jakarta Convention Center (JCC) pada 22 – 23 April 2022 sebagai puncak acaranya. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, kegiatan Showcase dan Business Matching ini menjadi upaya pemerintah dalam percepatan penyerapan PDN, Koperasi, dan UMKM. Menurutnya pada tahun ini, potensi pembelian PDN, Koperasi, dan UMKM sangat besar, dengan belanja pemerintah mencapai Rp1.481 triliun, dan BUMN mencapai Rp420 triliun. Business Matching tahap 2 mengangkat produk dengan kategori Alat Kesehatan, K3 (Keselamatan, Keamanan, dan Kesehatan) dan Wellness yang berlangsung kemarin pada 11 – 12 April 2022. Kemudian kategori Pertanian, Manufaktur dan Alat Berat pada 14 – 15 April 2022, kategori Teknologi Informasi, Komunikasi dan Digital pada 17 – 18 April 2022, dan 17 sub sektor Industri Kreatif lainnya pada 20 – 21 April 2022. Business Matching kali ini diharapkan dapat bermanfaat dalam mengoptimalkan komunikasi antara pemerintah yang memiliki potensi pengadaan barang/jasa dengan pelaku usaha yang memiliki produk unggulannya. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi percontohan atau memacu K/L dan pemerintah daerah untuk dapat melaksanakan kegiatan Business Matching mandiri agar UMKM di daerah dapat berpartisipasi dalam pengadaan barang dan jasa dari pemerintah daerah.   "Dengan valuasi nilai belanja pemerintah dan BUMN yang sangat besar itu apabila separuhnya bisa dipenuhi oleh produk UMKM dan Koperasi, maka akan berdampak sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi. Dipastikan akan ada lapangan kerja baru bermunculan dan menjadikan daya saing produk UMKM semakin meningkat"