Setelah kuota Program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) berakhir bulan September 2021, pemerintah kembali memberikan perhatian khusus kepada pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19. Perhatian ini di buktikan dengan memberikan bantuan kepada pelaku usaha di sektor perdagangan dengan meluncurkan Program Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW).

Sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 27 dan Nomor 28 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), BTPKLW secara spesifik membidik Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Warung di kabupaten dan kota yang terkena PPKM Level 4 yang memang belum mendapatkan bantuan melalui skema Program BPUM kemarin.

BTPKLW diluncurkan sebagai upaya dalam pemulihan perekonomian PKL dan Warung yang terdampak pandemi Covid-19. Dengan pagu anggaran dari Pemerintah sebesar Rp 1,2 triliun, BTPKLW akan disalurkan kepada 1 juta PKL dan Warung di seluruh Indonesia yang masing-masing akan mendapatkan Rp1,2 juta.

Meski besaran bantuan sama dengan BPUM sebesar Rp1,2 juta, akan tetapi lembaga tempat di mana bantuan cair bukan di Bank BRI atau BNI seperti BPUM. Pemerintah menugaskan Kepolisian dan TNI untuk melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan tersebut langsung ke masyarakat dengan dikawal oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Kepolisian Sektor Pancoran Polres Metro Jakarta Selatan bersinergi dengan SMESCO untuk mengadakan kegiatan “Pelatihan Tips Berjualan Sehat” yang digelar di SMESCO Labo, Gedung SMESCO, Jl. Gatot Subroto Kav. 94 Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (28/10/2021). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Pancoran Kompol Rudiyanto, Kanit Binmas IPDA Nurkholis, dan Kabag Inkubasi Bisnis SMESCO Dicky Indrawan.

Kompol Rudiyanto menegaskan, kegiatan ini merupakan program lanjutan BTPLKW dari pemerintah melalui Polri yang dilaksanakan guna meningkatkan penjualan secara sehat dengan meningkatkan kehigienisan bagi para PKL dan Warung yang telah menerima bantuan BTPKLW di wilayah Pancoran.

Pelatihan di ikuti oleh 100 peserta yang dibagi kedalam 2 sesi, dimana sesi pertama sebanyak 50 peserta pada pukul 09.00 s/d 11.00 WIB dan sesi kedua sebanyak 50 peserta pada pukul 14.00 s/d 16.00 WIB. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan kerumunan, karena diadakan di tempat tertutup. Selain itu kegiatan dilaksanakan dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19.

Sebelumnya Polres Metro Jakarta Selatan, sudah mendata 4.400 PKL dan Warung penerima bantuan dalam program BTPKLW di Jakarta Selatan. 4.400 PKL dan Warung dibagi rata di setiap kecamatan, di setiap polsek yang masing-masing sebanyak 440 penerima. Saat ini sudah sekitar 3.000 PKL dan Warung yang sudah menerima bantuan program BTPKLW  dari sepuluh kecamatan di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan.

Kompol Rudiyanto menyampaikan harapannya kepada para penggerak UMKM agar terus bersemangat menghadapai berbagai tantangan, dan terus berupaya melakukan berbagai inovasi guna meningkatkan value usahanya agar dapat terus berkembang di kemudian harinya.