Pada sebuah pameran UMKM bulan Juni 2021 lalu di Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat, ada produk wastra yang memiliki daya tarik yaitu tenun songket Lombok yang dikenal dengan nama Tenun Subahnale. Tenun ini memiliki keindahan warna dan corak yang khas serta memiliki makna filosofis bagi masyarakat suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Tenun Subahnale menurut cerita dalam masyarakat setempat berasal dari kalimat tasbih Subhanallah. Lantunan lafaz Subhanallah (Maha Suci Allah) berulang kali terucap dari setiap mulut wanita suku Sasak saat sedang menenun. Pengulangan lafaz Subhanallah menjadi wujud emosional ketika mereka sedang mengerjakan Tenun Subahnale.

Dengan tingkat kerumitan yang tinggi dan motif yang tidak mudah di kerjakan, Tenun Subahnale dibuat dengan cara manual menggunakan alat tenun tradisional. Sehingga proses pembuatannya memakan waktu yang cukup lama. Namun setelah semua proses selesai, akan menghasilkan kain yang sangat indah.

Bahan yang dipakai untuk membuat kain ini berasal dari benang yang diproses dari pewarna alam. Pengrajin setempat memakai benang yang berasal dari warna tumbuh-tumbuhan, seperti kapur sirih, daun nila, daun taum, akar pohon, kulit kayu, sabut kelapa dan warna alami lainnya yang populer.

Kementerian Koperasi dan UKM bersama Dekranas mengadakan kegiatan untuk mengangkat wastra Nusantara khususnya songket Subahnale ini di Mandalika, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 26 Oktober 2021. Sinergi kegiatan ini sangat penting bagi SMESCO untuk menambah dan memperkaya koleksi wastra di Pusat Wastra Nusantara yang ada di gedung SMESCO dan program pendukung lainnya yaitu KRTA.

KRTA adalah bagian dari inisiatif “Future Fashion” dari SMESCO, berupa platform yang menjadi solusi ekosistem berkelanjutan bagi para pelaku UMKM dibidang Fashion terutama solusi permasalahan yang dihadapi khususnya penggunaan bahan kain dan pewarna yang ramah lingkungan serta dapat membentuk pola dan design dalam mengolah wastra tradisional di berbagai daerah.

Kain tenun Lombok memiliki corak dan keunikan tersendiri. Dengan berkembangnya produk kain modern yang beraneka rupa dengan pasarnya tersendiri, Tenun Subahnale memiliki makna filosifis kehidupan masyarakat Sasak yang memiliki nilai tersendiri. Para penenun yang berulang kali melafazkan Subhanallah ketika mengerjakannya membuat para pemakainya spontan mengucapkan Subhanallah ketika melihat hasil karya tenun Lombok yang demikian indah.